Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Nilai Spritualitas dan Sejarah di Jabal Uhud

Jemaah Majlis Zikir dan Sholawat Al-Wasilah Sumbar sedang ziarah di gunung Uhud. (ist)

Madinah, Sigi24.com--Madinah bagaikan buku yang tak pernah selesai ditulis. Kota sejuk, sesejuk warganya dan seramah masyarakatnya dalam menerima tamu Allah ini, selalu menarik untuk dikaji.

Setiap berkisah soal tanah suci, nama Madinah paling menarik untuk dikisahkan. Kurang sempurna rasanya haji dan umrah jemaah, bila tidak menyempatkan datang ke Madinah.

Di penghujung kunjungan dan ziarahnya di Madinah, Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro mengirim sejumlah dokumen berupa foto dan video pendeknya di Jabal Uhud.

Tak lupa spanduk bertuliskan jemaah Majlis Zikir dan Sholawat Al-Wasilah Sumbar plus foto gagah Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro, seolah mengajak masyarakat dan jemaah untuk datang ke sana.

Terutama jemaah yang belum umrah. Begitu juga yang belum haji, bergegaslah memenuhi panggilan Allah SWT. 

Perjalanan haji dan umrah, adalah bagian dari perjalanan ibadah, membelanjakan harta di jalan Allah. 

Dan bila diniatkan seperti itu, Allah SWT tidak akan memiskinkan umat, dan malah sebaliknya, Allah akan mengganti dengan nilai yang berlipat ganda. 

Jemaah ini berjumlah 36 orang, berangkat umrah lewat PT Malika Wisata Utama Cabang Padang, dibawah pimpinan Buya Mashendri Malin Sulaiman.

"Siapa kita, dimana kita," begitu gema suara Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro mengabadikan jemaah di gunung Uhud itu lewat foto dan video.

Dari banyak sumber yang dikutib, bahwa Jabal Uhud bukan gunung biasa. Jabal Uhud sarat akan nilai, makna spiritual dan sejarah.

Ada yang menyebutnya bukit, ada yang menyebutnya gunung. Secara harfiah, jabal merujuk kepada kata gunung.

Jabal Uhud sendiri memiliki tinggi sekitar 1.050 meter. Lokasinya sekitar 4,5 kilometer di sebelah utara Kota Madinah, Arab Saudi. Panjangnya 7 kilometer dan terdiri dari batu-batuan granit, marmer merah dan batu-batu mulia.

Disebut spritual, gunung ini punya nilai spritualitas yang amat tinggi dan dalam. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga." (HR. Bukhari). 

Hadist ini menjadi penjelas, betapa gunung Uhud punya nilai spritualitas. Dikisahkan, gunung itu pernah bergetar.

Saat nabi bersama sejumlah sahabat naik gunung dan sampai puncaknya, getaran Uhud terasa dan kuat dirasakan nabi bersama sahabatnya. 

Nabi bicara setelah menghentakkan kakinya, hai gunung, orang yang sedang menaiki engkau adalah orang yang selalu membenarkan Rasulullah dan orang yang akan mati sahid.

Mendengar ucapan nabi itu, barulah getaran gunung Uhud berhenti. Sebuah spritual langsung dari Nabi Muhammad Saw.

Getaran gunung Uhud saat nabi sampai puncaknya itu, adalah bagian dari suka cita dan gembira menyambut kedatangan kekasih Allah SWT.

Nilai spritualitas ini bersambung dengan sejarah di gunung Uhud. Sejarah maha dahsyat, betapa perang Uhud menggugurkan banyak tokoh penting dan tentara Islam.

Pemakaman para syuhada ini dirawat dengan baik hingga saat ini, dan menjadikan tempat ziarah spritual dan sejarah oleh umat yang datang dan berkunjung ke Madinah.

Dikutib dari Okezone.com, Jabal Uhud sendiri memang tampak seperti gunung yang menyendiri, tidak tersambung dengan gunung lainnya. Karena itu nama Jabal Uhud diberikan yang berarti gunung yang menyendiri.

Sebagai tempat ziarah, kondisi Jabal Uhud sekarang ini tentunya sudah berbeda dengan kondisinya dulu. Kini, para jamaah yang datang umumnya hanya sampai ke Gunung Arrimah.

Di lokasi ini juga terdapat makam Syuhada Uhud. Lokasinya dipagar secara rapat. Selain itu dilapisi kaca plastik tipis sehingga tidak bisa dilihat terlalu jelas dalamnya. Tempat ini merupakan pemakaman bagi 70 sahabat Nabi Muhammad yang gugur pada Pertempuran Uhud.

Nilai sejarah dari dunia sampai akhirat. Dijamin oleh nabi, satu gunung dunia yang ada di surga nanti, adalah gunung Uhud.

Subhanallah. Mendatangi dan menziarahi Uhud tentunya jemaah Majlis Zikir dan Sholawat Al-Wasilah Sumbar ini menyauk sejarah dan nilai spritual.

Sejarah penting dalam peradaban Islam. Makam para syuhada menjadi saksi, betapa perjuangan berat menegakkan cahaya Islam bersabung nyawa.

Perjuangan yang gigih, perjuangan yang ikhlas karena demi tegaknya agama Islam. Tanpa perjuangan nabi dan sahabatnya itu, mustahil Islam sampai ke dunia ini. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies