Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Usman Labai Membangun Silaturrahmi, Dari Peringatan Maulid Hingga Reunian

Usman Labai bertemu kawannya, alumni 1982 SMP Sicincin. (ad)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Menyapa masyarakat adalah momen paling banyak dilakukan Usman Labai.

Sabtu 18 November 2023, dari pagi hingga tengah malam, momen silaturrahmi, bertatap muka dan berdiskusi dengan masyarakat ini, terjalin dengan sangat istimewa oleh Caleg DPRD Sumbar dari Partai Demokrat ini.

Tak hanya menurut atau mendatangi kegiatan masyarakat, di rumah Usman Labai pun banyak masyarakat yang datang, bertemu dan berbagi kisah.

Caleg nomor urut dua di Dapil II, Padang Pariaman dan Kota Pariaman Partai Demokrat ini, sejak dulu tak pernah sepi dari kebersamaan dengan masyarakat.

Usman Labai foto bersama usai baralek sambil reunian di Sicincin. (ad)

Usman Labai, seorang mantan pejabat di sejumlah daerah. Terakhir, dia Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Seorang niniak mamak dalam kaumnya, Suku Tanjung, bergelar Datuak Rangkayo Mudo di Parit Malintang, Usman Labai berasal dari Tanah Pahlawan, Nagari Bisati Sungai Sariak.

Sabtu itu hari terlihat cerah. Kami berangkat dari Lubuk Idai, Koto Tinggi, tempat biasa dijadikan posko tak resmi oleh Usman Labai.

Fitriadi yang mengemudi. Tak banyak hafal jalan, tapi cukup lihai membawa mobil, sehingga mau belok kanan atau kiri, Fitriadi harus diarahkan.

Tapi, soal komunikasi dengan orang lain yang tak saling kenal mengenal, Fitriadi memang pintar dan lihai.

Fitriadi memang sering dipakai Usman Labai, dalam berkeliling di Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Dia terkoneksi dengan Hendrizal Palo, sang politisi yang sering membuat Caleg banyak yang sukses lewat polesan Hendrizal Palo.

Pagi itu, Hendrizal Palo masih di kediamannya, Balai Baru saat kami harus memulai berjalan ke Nan Sabaris dan Kurai Taji, Kota Pariaman.

Kami dapat jamuan makan sarabi di ujung Kurai Taji. Sarabi ini di Piaman akrab dengan "sambareh". Tentu makanan ini khas sekali di Piaman. Saking khasnya, sampai ada bulan di daerah ini di sebut "bulan sambareh", yakni bulan Rajab.

Usman Labai peringatan maulid di Sikucua. (ad)

Sipit nama penjual sambareh itu. Dia baru berjualan sekitar tiga bulan ini. Dia sudah komunikasi dengan rombongan Usman Labai, sehari sebelum ini.

Ya, komunikasi tentang makan sambareh di kedainya pagi, sebelum berkegiatan di Nareh Pariaman.

Dari Kurai Taji, Hendrizal Palo mengontak. Dia minta dan mengajak kami sarapan ketupat tunjang Balai Baru yang familiar itu.

Bertambah kenyanglah perut ini, sehabis makan ketupat itu. Terus ke rumah Hendrizal Palo di Guguak Gajah, di belakang Balai Baru, kami pun melanjutkan perjalanan ke Sikucua Selatan, Kecamatan V Koto Kampung Dalam.

Ke Sikucua tentu terasa jauh karena sesekali di lewati. Beda dengan orang situ yang selalu mengatakan dekat.

Di Sikucua, Usman Labai memenuhi undangan maulid nabi. Di Padang Pariaman, ritual maulid ini berlangsung lama.

Mencapai tiga bulan dan bisa lebih. Maulid "berdikie" yang terkenal dengan maulid membaca Syarafal Anam.

Usman Labai bertemu lintas partai di Bukik Kandih Sungai Sariak. (ad)

Ada dua surau dan masjid di tempat berbeda yang Usman Labai hadiri peringatan maulid tersebut. Sehabis di Sikucua, malamnya kami mendatangi maulid di Padang Mantuang, Kayu Tanam.

Ya, sampai tengah malam di ikue darek kapalo rantau itu. Sampai "urang siak" memulai dikie baru Usman Labai meninggalkan lokasi.

Tapi, sebelum ke Kayu Tanam, Usman Labai sempat reunian alias baralek di salah seorang anggota alumni SMP Sicincin 1982. Singgah pula sambil ngopi di Sirambang, Kota Pariaman, rumahnya Agamudin. 

Nyambung, karena istri Agamudin pernah nyaleg dulu di Demokrat. Panjang cerita, dan terbangun komunikasi demi untuk kesuksesan Pemilu Februari tahun depan.

Ya, reunian kecil-kecilan, sekalian baralek di Sicincin. Saling bercerita dan berkisah, tentu bagian yang tak bisa dielakkan dalam reunian.

Masa lalu yang penuh dengan kenangan manis dan pahit akan jadi cerita terulang dalam pertemuan singkat itu.

Para teman dan kawan Usman Labai yang tergabung dalam alumni SMP Sicincin 1982 ini ingin, rekannya Usman Labai sukses pula berkarir setelah pensiun ini.

Ya, sukses dalam mencaleg. Usman Labai yang memang mencaleg dari Partai Demokrat. Pun Usman Labai berharap doa dan dukungan dari seluruh kawan alumni dan masyarakat Padang Pariaman dan Kota Pariaman nantinya.

Mencaleg bagi Usman Labai, adalah bagian dari meneruskan pengabdian di tengah masyarakat. Sukses di eksekutif, dia berharap dan ingin pula sukses di legislatif.

Usman Labai ingin, tujuh anggota DPRD Sumbar yang dihasilkan dari Pemilu di Piaman ini, terjalin kebersamaan.

"Kini hampir semua sarana umum yang dibangun lewat APBD Sumbar banyak yang rusak di Piaman ini," kata dia.

Sebut saja irigasi. Hampir semua irigasi besar tak berfungsi. Rusak akibat longsor dan musibah, tapi belum ada perbaikan dari pemerintah.

"Kalau anggota dewan Sumbar itu jalan sendiri-sendiri, saya yakin akan susah Pemda Padang Pariaman dan Kota Pariaman membangun kembali hal itu," ungkapnya.

Contoh, katanya, irigasi Ladang Laweh Sicincin yang berbilang tahun rusak. Ada ribuan sawah dan perikanan teraniaya.

Aliran irigasi itu sampai ke Nan Sabaris. Ada banyak sawah dan perikanan yang bergantung dari aliran irigasi itu.

Dari reunian, Usman Labai terus bersua masyarakat di Bukik Kandih Sungai Sariak. Lewat saja ke Gantiang Sungai Asam, jalanan bagus sepertinya baru saja diaspal.

Magrib menjelang, kami pun bubar. Magrib di masjid di depan Kantor Camat VII Koto Sungai Sariak, dan terus ke Paguah.

Dari Paguah terus ke Parit Malintang, rumahnya Usman Labai. Di sana menunggu sejumlah tamu yang akan membawa kami ke Kayu Tanam.

Tapi sebelum tiba di Kayu Tanam, makan malam di Kiambang. Rupanya kedai nasi kawannya Usman Labai. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies