Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Sumpah Dilanggar, Predikat Pembohong Melekat, Gubsu Disarankan Tobat

Fahrul Rozi.

Medan, Sigi24.com--Aktivis Sumatera Utara, Fahrul Rozi menyoroti kepemimpinan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang suka bersumpah, asal bicara serta mudah emosi ketika diberikan masukan positif lewat kritikan - kritikan yang disampaikan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya langsung dalam keterangan kepada media, Minggu (27/05/2023).

Misalnya, kata Rozi, seperti dikutip dari aktualonline.co.id serapah tentang keberaniannya sebagai orang pertama masuk neraka yang disampaikan saat peletakan batu pertama pada 31 Maret 2023 lalu hanya demi meyakinkan publik bahwa tanah 300 Ha Sport Centre adalah HGI. 

Mirisnya, katanya, Kabag Umum PTPN II melalui dialog publik yang digelar media aktual grup menepis adanya HGI di lokasi tersebut.

"Gubsu, cepatlah tobat, jangan lagi suka bersumpah, asal bicara," ujar Rozi.

Rozi menjelaskan, pemimpin itu bukan persoalan jujur atau tidak, tapi soal Komitmen. Tunjukkan seorang negarawan yang pernah menyandang logo bintang di pundaknya, artinya kalau bintang itu sudah di atas. 

"Tidak ada manusia yang benar benar jujur, semua sesuai dengan keadaan, sama hal seperti adil, adil itu sesuai porsinya tapi komitmen itu harus. Kenapa saya merujuk kesitu, karena sumpah jabatan seorang pejabat," katanya, Minggu (28/05/2023).

Selain itu, Fahrul juga menyarankan apabila ada publik menyampaikan sesuatu terkait komitmen seorang pejabat itu tidak perlu alergi dan jadikan itu masukan untuk perubahan bukan malah untuk sebuah tekanan. 

Selain itu, Rozi membeberkan persoalan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi lainnya yang mendapat sorotan tajam, seperti kabar tentang kerabat Edy Rahmayadi yang terpilih mendapatkan salah satu jabatan di Bank Sumut. Belum lagi, lanjut Rozi, soal pendirian SPBU di Pulau Brayan yang pendanaannya diduga dari Bank Sumut. "Tentu hal ini menjadi dasar untuk para pemangku pengawasan mempelajari oknum tersebut bertugas sebelum gubernur menjabat atau sesudah gubernur menjabat," katanya.

"Nah di sini tugas fungsi APH untuk melakukan pendalaman, mulai dari proses jual beli tanah, pembangunan bahkan proses penyaluran BBM nya. Menjadi pertanyaan APH mau tidak, karena tupoksi APH bukan soal suka atau tidak dan soal politis tapi ini soal penegakan hukum yang pasti. Bahkan aliran uang untuk membeli SPBU itu pun harus di gali, apa jangan jangan ada kaitannya juga dengan salah satu bank milik Pemprov sumut," ucapnya 

Ia menyarankan, sebenarnya Gubernur tak perlu khawatir atas kritikan tersebut, yang perlu di khawatirkan adalah dari siapa publik mendapatkan info tersebut. 

"Tentunya orang orang yang mempunyai kekuasaan dalam hal mengetahui semua itu, perlu kami sampaikan secara politisnya lingkaran gubernur hari ini adalah kawan yang belum menjadi lawan, Mudah mudahan gubernur bijak menyikapinya," harapnya.

Mengingat banyaknya kabar negatif yang menjatuhkan, Rozi mengingatkan kembali Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi lebih mawas diri terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia menduga, kebaikan dan kurang pahamnya Gubsu dalam birokrasi menjadi jegalan secara halus.

Terakhir, ia mengingatkan kembali agar Gubernur sebelum bicara berpikir dulu. Jangan sedikit sedikit nyatakan Sumpah itu sesuatu yang sakral, kalau tidak benar kita bisa mendapat predikat Pembohong Besar. "Kiranya pemimpin yang akan habis masa jabatannya membuat prinsip supaya hidup berakal mati beriman," tutupnya. (yh/rls)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies