Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dari Durian Jantuang Sampai Durian Banta, Kebutuhan Jalan Jadi Kebutuhan Masyarakat

Ketua DPRD Padang Pariaman Arwinsyah di Durian Perak. (ad)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Menyambangi tiga kampung yang mirip namanya di utara Padang Pariaman. Yakni Durian Jantuang di III Koto Aur Malintang Timur, Durian Perak di Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, dan Durian Banta di III Koto Aur Malintang Selatan.

Kampung kecil dalam tiga nagari di dua kecamatan. Kami berombongan, menjalankan tugas negara, Tim Safari Ramadhan (TSR) kelompok tiga yang dipimpin Ketua DPRD Arwinsyah.


Tiga kampung itu, dua malam pula kami kunjungi. Menyemai kebaikan, bersilaturahmi serta mengantarkan bantuan untuk masjid dan surau yang dikunjungi.

Rabu dan Kamis (5-6/4/2023) malam. Pulang dari situ tengah malam, membelah kesunyian di jalan yang cukup merimba.

Mendengar nama kampung itu, sudah bisa dipastikan awalnya banyak durian. Mungkin saja Durian Jantuang di III Koto Aur Malintang Timur ini banyak durian yang mirip jantung dulunya, sehingga oleh orang yang tidak kita ketahui diberi saja nama kampungnya Durian Jantuang.

Di jalan lintas Sungai Geringging - Aur Malintang, Durian Jantuang ini belok ke kanan. Mendaki. Jalannya cukup bagus. Masih banyak jalan sepi, karena belum semua pinggir jalan itu jadi pemukiman warga.

Sepertinya, dalam pemilu 2019 lalu, Dewiwarman punya suara di kampung ini. Ada sejumlah bangunan fasilitas umum yang lewat pokok pikiran anggota dewan dari PPP ini di Durian Jantuang.

Seperti yang disampaikan Walinagari III Koto Aur Malintang Timur Armen. Nagari ini merupakan pemekaran dari Nagari III Koto Aur Malintang.

Pengakuan Walinagari Armen, besok ini dia tak maju jadi calon walinagari. Dia bersama tokoh masyarakat dan seluruh pihak terkait, ingin mendudukkan walinagari yang lebih muda, punya pandangan yang bisa membangun nagari.

"Yang lebih penting itu, bagaimana program kembali ke nagari dan ke surau yang terus berjalan saat ini, dilanjutkan oleh walinagari nantinya," kata dia.

Walinagari Armen yang pensiunan guru ini memang gigih soal agama di tengah masyarakatnya. Semua surau dan masjid hidup dengan shalat jemaah dan kegiatan keagamaan.

Dia ingin, kegiatan sosial harus dilakukan di masjid dan surau. Ini program unggulan dalam membangun nagari, di samping juga terus berupaya menghidupkan sentra perekonomian masyarakat.
Durian Perak

Dari SMP dua Sungai Geringging, rombongan belok ke kanan. Menuruni lurah yang cukup curam, dan mendaki bukit yang terjal. Kalau mobil tua jangan coba tempuh jalan itu. Bahaya. Untung mobil Dinas Ketua DPRD Arwinsyah dan mobil Sekwan bagus, sehingga pendakian yang tinggi terasa ringan saja.

Surau Kapunduang yang kami tuju terlihat rancak. Surau kecil. Malam itu terasa penuh, karena di samping kedatangan TSR, masyarakat memperingati Nuzul Quran.

Walinagari Kuranji Hulu Salman Hardani Datuak Rajo Harimau menyebutkan, bahwa kunjungan TSR baru pertama kali ke surau itu. Datuak ini mantan anggota dewan. Dia periang, dan suka blak-blakan dalam membangun nagari.

Tak segan dia menyampaikan, bahwa di Durian Perak itu butuh jalan aspal sekitar 700 meter lagi.

Untung permintaan itu dijawab cepat Arwinsyah, sehingga masyarakat merasa senang, dan tinggal menunggu kepastian tentunya.

Di nagari Kuranji Hulu ini sudah ada peraturan nagari tentang ketentuan alek baralek di rumah masyarakat. Boleh pakai orgen tunggal, tapi tidak boleh pakai artis sawer dan musik DJ. Kalau kedapatan ada sanksi sosial bagi tuan rumah tentunya.
Durian Banta

Dari Durian Perak, kami lanjut ke Aur Malintang Selatan, tepatnya ke Mushalla Nurul Amin Durian Banta. Ini TSR khusus Ketua DPRD Arwinsyah. Tapi kami tak kembali ke jalan awal. Melainkan memilih jalan pintas, tembus di Ajuang, terus ke kirinya, keluar di Pasar Sungai Geringging.

Di Mushalla Nurul Amin ini, kabarnya pertama kali dikunjungi ketua DPRD. Sejak surau itu dan sejak DPRD ada pula, inilah baru ketua DPRD datang secara formal. 

Alhamdulillah, tentu komunikasi Arwinsyah dengan pengurus surau jalan dengan baik.
Di Batu Calung - Sariak Laweh ini, kegiatan sosial yang rutin dilakukan adalah gotong royong setiap seminggu sekali.

Oleh pemuda setempat, ingin adanya pembuatan jalan baru, berupa jalan usaha tani dan jalan menuju jiraik.

"Di sini orang hidup dalam dua kampung. Di bagian atas ini hanya tempat tidur malam. Sedangkan tempat usaha siang, di bagian bawah. Ada sawah dan ladang yang digarap di situ," kata pemuda.

Tak lama di situ. Setelah pidato singkat Arwinsyah, sambil mengenalkan seluruh anggota rombongan, dan menyerahkan bantuan TSR khususnya, kami pamit, dan memilih pulang lewat ke Gasan Gadang.

Jalannya rancak, tapi sepi. Rimba kiri kanan masih banyak, sambil sesekali melewati pemukiman warga. Jarang kendaraan lewat tengah malam itu. Tetapi sejumlah kedai kopi masih buka.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies