Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kerjasama Semua Pihak dengan Panitia, IMLF Harus Sukses

Rapat persiapan IMLF di aula PPSDM Regional Bukittinggi, Senin kemarin. (ist)

Agam, Sigi24.com--Helat Internasional Minangkabau Literacy Festival (IMLF) kian dekat. Persiapan sudah harus matang. Semuanya, meskipun partisipasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), belum terlihat dalam acara besar itu. 

Namun demikian, utusan LKAAM Sumbar ikut bicara dalam rapat bersama persiapan IMLF, Senin (13/2/2023) di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bukittinggi, di Baso, Kabupaten Agam.

Rapat bersama dengan peserta 25 orang itu, dipimpin langsung Kapus PPSDM Kemendagri Baso, Sarjayadi, Ketua SatuPena Sumbar, Sastri Bakry.

Iven IMLF sendiri berlangsung dari 22-27 Februari ini, dengan lokasi acara, Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Agam. 

Seluruh negara yang akan ikut IMLF ini, sudah konfirmasi untuk hadir. Tentu momen yang paling tepat untuk kebangkitan dan kemajuan literasi Minangkabau itu sendiri. 

Seminar, workshop, diskusi panel dengan berbagai bahasa, sesuai peserta IMLF itu sendiri, harus memberikan dampak besar terhadap kelestarian budaya di masing-masing negara. 

Alot tapi tak menegangkan. Sekretaris SatuPena Sumbar, Armaidi Tanjung terlihat cekatan dan sigap sekali melanjutkan rapat itu sampai Magrib menjelang. 

Lelah, sopasti. Perdebatan kecil bisa diatasi dengan keputusan yang tepat, terutama soal peserta bazar UMKM di PPSDM, memeriahkan IMLF itu. 

Yang jelas, semua panitia di bawah komando Sastri Bakry tetap semangat. Apalagi proaktif Walinagari Simarasok, Muhammad Nur Zen, membuat ketegangan jadi cair. 

Aplus untuk Ketua Forwana Kabupaten Agam ini pun tak tanggung-tanggung. Kapus PPSDM, Sarjayadi membuat Inyiak Wali ini senyum-senyum geli. 

Bubur kampiun yang dihidangkan untuk peserta rapat, dan lanjut nasi bungkus daun pisang, adalah produk Nagari Simarasok. Ya, nagari yang dipimpin Muhammad Nur Zen. 

Dia antusias sekali. IMLF tak boleh mengalami kendala dan kesulitan. Simarasok, satu dan sekian nagari dan lokasi yang disiapkan untuk tamu, panitia dan teristimewa delegasi luar negeri. 

"Wisata Rumah Gadang, Pemandian dan Gua Panjang sangat siap menerima semua tamu yang akan berkunjung," kata dia dalam rapat itu. 

Hanya yang perlu tambahan dari luar, adalah ambulan dan tim medis. Sebab, PPSDM, kata Sarjayadi, cuma ada satu unit ambulan di lembaga itu. 

Selebihnya oke. Kolaborasi nanti dengan IPDN, untuk memudahkan peserta keluar masuk rungan telah dilakukan Sarjayadi. 

Siang menjelang petang itu, rapat teknis langsung eksekusi. Seperti surat permintaan ini itu, dan surat undangan dengan sigapnya Armaidi Tanjung, semuanya hampir tuntas.

Pun sambil jalan pulang, Armaidi Tanjung tak henti-hentinya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. 

Ya, termasuk koordinasi dengan kampung tengah tentunya, yang harus dijawab di Padang Panjang, kota kecil berjuluk "kota sejuk" ini. 

Belum selesai. Menjelang turun di rumahnya, Armaidi Tanjung menuntaskan persoalan mobil patwal polisi yang akan mengantarkan tamu dan pejabat penting, dari Padang ke pusat acara di PPSDM. 

Tinggal rapat terakhir, tanggal 18 Februari ini, tentunya untuk finishing IMLF, agar tidak mengecewakan.

Lomba 

Lomba anak nagari tingkat TK/SD, lomba asmaul husna, lomba mewarnai, semuanya sudah siap untuk digelar. 

Hadiah lomba asmaul husna ditanggung Fauzi Bahar, Ketua LKAAM Sumbar. Ya semua yang juara dalam asmaul husna ini sebagai dukungan penuh dari LKAAM tentunya.

Gempa asmaul husna diperuntukan buat anak-anak SMP. Lomba ini tentu bagian dari jati diri Minangkabau yang terkenal dengan falsafahnya, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Armaidi Tanjung di samping Sekretaris SatuPena sekaligus kegiatan IMLF, dia juga pemateri dalam workshop kepenulisan. 

Bersama Yurnaldi nantinya, dua wartawan hebat dan sudah banyak melahirkan buku ini, akan berbagi pengalaman soal kesuksesan menulis. 

Ya, menulis apa saja. Menulis buku, buat berita, feature, novel dan banyak lagi. Pokoknya IMLF harus mantap, dan menghadirkan Minangkabau kembali sebagai suku bangsa yang melahirkan cerdik pandai. 

Ya cerdik pandai, tentu sama dengan baik dan benar. Budayawan, seniman dan wartawan hebat banyak lahir di Minangkabau. IMLF diharapkan menjadi iven yang membangkitkan gairah itu kembali. (ad)





Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies