Type Here to Get Search Results !

Lemhanas Goes To Campus, Ace Hasan Syadzily: Tekhnologi Jangan Sampai Merusak Mental dan Karakter Anak Bangsa


Gubernur Lemhanas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, MSi, Kamis (3/9) Goes To Campus Kuliah Umum di Kampus Unand dan Kampus UIN Imam Bonjol Padang. Gambar atas memberikan kuliah di hadapan mahasiswa Unand, Gubenur Lemhanas didampingi Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta menyerahkan sertifikat sebagai peserta kuliah umum kepada Rektor Unes Padang Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, sedangkan gambar bawah suasana kuliah umum di Kampus UIN Imam Bonjol Sungai Bangek. Terlihat Rektor UIN Prof. Dr. Hj. Martin Kustati MPd menyerahkan plakat kenangan kepada Gubernur Lemhanas dan Gubernur Lemhanas dialog dengan mahasiswa. (Foto; Asfar Tanjung)

Padang,-- Gubernur Lemhanas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, MSi, mengatakan, bangsa yang mampu berdiri tegak di tengah perubahan adalah bangsa yang memiliki nilai kokoh, nalar yang tajam, identitas yang kuat, kepemimpinan yang visioner dan kesadaran, bahwa masa depan Indonesia tanggung jawab bersama.

Hal itu dikemukakan Ace Hasan Syadzily dalam Lemhanas Goes To Campus, memberikan kuliah umum pada dua perguruan tinggi negeri di Padang, Kamis (3/9) kemarin, yakni perguruan tinggi Unand dan UIN Imam Bonjol Padang, diikuti para mahasiswa di tempat yang berbeda.

Kuliah umum bagi mahasiswa Unand berlangsung di Auditorium Kampus Unand Limau Manis, Padang diikuti sekitar seribu lebih mahasiswa, dan di UIN Imam Bonjol dilaksanakan di Auditorium Kampus UIN Sungai Bangek Padang, diikuti hampir dua ribu mahasiswa yang memadati auditorium pada kampus tersebut.

Dalam kuliah umum di hadapan mahasiswa, Gubernur Lemhanas lebih banyak mengupas dan membahas persoalan teknologi yang kini telah menjadi bagian penting, dan tak terpisahkan dalam kehidupan. 

Namun, menurut Ace Hasan Syadzily, tekhnologi yang berkembang saat ini jangan sampai merusak mental dan karakter anak bangsa.

"Kita tidak anti perkembangan teknologi, karena teknologi itu diperlukan di zaman yang penuh perubahan ini. Teknologi jangan sampai merusak kesehatan mental, dan jadikan teknologi yang datang kepada kita itu sebagai wahana untuk menambah wawasan dan keilmuan. Nilai karakter harus diperdalam dan diperkokoh," kata Hasan Syadzily.

Menurutnya, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa masa depan, harus bisa berfikir komprehensif, integral, holistik, integrates, professional, visioner, adaptif, dan memilik kemampuan analisis, memahami geo politik dan mampu membangun kolaborasi lintas unsur.

Selanjutnya, mahasiswa saat ini diharapkan tidak hanya mampu membaca zaman, tapi harus mampu membaca arah zaman dan mempengaruhi arah zaman untuk kepentingan bangsa Indonesia tercinta ini. "Dalam sisi lain, kita nantinya harus menjadi penentu arah perubahan. Jadi seorang pemimpin bangsa nantinya, tidak cukup hanya mengetahui yang sedang terjadi, namun harus mampu memahami yang terjadi, nalar strategis pemimpin diperlukan," katanya.

Ada hal yang harus diingat dalam kehidupan ini, menurut Gubernur Lemhanas, mencari dan mendapatkan ilmu itu mudah, beda dengan membentuk karakter, itu tidak semudah menuntut ilmu, karena membentuk karakter yang baik sesuai dengan karakter yang diinginkan baik dan terarah, perlu latihan dan ilmu yang akan diterapkan. Dalam kehidupan perlu dibarengi dengan karakter yang baik.

Banyak hal yang dibicarakan oleh Gubernur Lemhanas, di depan ratusan bahkan lebih seribuan mahasiswa dari kedua kampus itu. Dia menyemangati para mahasiswa untuk terus berupaya mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang tangguh. "Negara kita Indonesia ini, membutuhkan pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga tangguh dalam menjaga integritas bangsa di tengah turbelensi geo politik dan perubahan zaman," ulasnya.

Gubenur Lemhanas Ace Hasan Syadzily dalam kegiatan itu didampingi Sekretaris Utama Lemhanas RI Komjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta, mengajak mahasiswa Unand dan UIN untuk bisa menjadi generasi muda dengan SDM unggul, dengan berfikir kritis, berkarakter kuat, berintegritas tinggi, memiliki kesadaran geo politik.

Memiliki kesadaran wawasan kebangsaan. Generasi muda yang berkarakter biasanya tidak mudah terguncang oleh perubahan zaman.

Kuliah umum Lemhanas Goes To Campus di dua perguruan tinggi itu, masing-masing bertemakan yang berbeda. Untuk kuliah umum di Unand bertemakan: "Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia". Sedangkan kuliah umum di kampus UIN Imam Bonjol bertemakan: "Nalar Kritis dan Kesadaran Geo Kultural untuk Merawat Politik Kebangsaan".

Kuliah Umum Lemhanas Goes To Campus itu mendapat sambutan hangat dan menarik bagi mahasiswa, setelah usai Gubernur Lemhanas memaparkan materi, mahasiswa yang hadir diberikan kesempatan untuk bertanya. Kuliah umum di Unand berlangsung dari pagi sampai menjelang siang, dan di UIN Imam Bonjol berlangsung dari bakda Zuhur sampai sore.

Pada kuliah umum di Unand, rektor perguruan tinggi lainnya yang ada di Sumbar hadir. Gubernur Lemhanas didampingi Sekretaris Utama Lemhanas Gatot Tri Suryanta memberikan sertifikat sebagai peserta kuliah langsung kepada masing-masing rektor perguruan tinggi yang hadir.

Sementara itu di kampus UIN Imam Bonjol Sungai Bangek Padang, di akhir kuliah umum rektor dan Gubernur Lemhanas menandatangani nota kesepahaman, tentang penguatan wawasan kebangsaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Turut memberikan sambutan dan paparan awal perkembangan kampus, Rektor Unand Padang Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt dan Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Hj. Martin Kustati. Kuliah umum berlangsung dan berjalan meriah, mendapat sambutan dari para mahasiswa dan undangan lainnya. 

Gubernur Lemhanas Tanam Pohon di Unand

Pada kesempatan berkunjung dan memberikan kuliah di Unand, Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily dapat kesempatan dan penghargaan menanam pelindung di kampus Unand Padang, dengan jenis pohon andalas (marus macroura miq), sebagai pohon penghijauan dan pelindung. 

Penanam pohon itu, Gubernur Lemhannas didampingi Sekretaris Utama Lemhanas Gatot Tri Suryanta, disaksikan Rektor Unand Efa Yonnedi, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, unsur pimpinan Unand dan undangan lainnya.     

Laporan: Asfar Tanjung

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.