![]() |
Padang Pariaman — Sigi24.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman kini mendapat sorotan tajam dari pasien beserta keluarganya. Penyebabnya? Kondisi kebersihan dan fasilitas di ruang rawat inap dinilai sangat memprihatinkan, bahkan tidak layak lagi untuk digunakan. Padahal rumah sakit seharusnya menjadi tempat pemulihan, bukan sumber ancaman kesehatan baru.
Berdasarkan penelusuran langsung tim media Sigi24.com, keluhan paling tajam muncul dari Ruang Rawat Penyakit Dalam (Irene). Hampir seluruh ruangan di sana terabaikan — kotor, pengap, dan berbau tidak sedap. Jika dibiarkan, bukan kesembuhan yang didapat, melainkan risiko penularan penyakit dan infeksi baru yang justru membahayakan pasien maupun keluarga pendamping.
Kondisi paling parah terlihat di Ruang Rawat Wanita 1. Saat tim meninjau, ruangan berisi 6 pasien dengan kapasitas yang sudah padat. Fasilitas penunjang nyaris tidak berfungsi:
- ❌ WC rusak parah, kotor, dan tidak bisa digunakan
- ❌ Tempat cuci tangan rusak, ditutup plastik
- ❌ AC mati total, ruangan pengap dan panas
- ❌ Tidak tersedia bangku duduk bagi keluarga pendamping
Seorang pasien yang baru saja dipindahkan dari Ruang HCU meluapkan kekesalannya: "Maaf Pak, kami tidak mampu menginap di ruangan ini. Baunya menyengat, AC mati, WC tidak bisa dipakai — kami justru takut masuk ke ruangannya. Masak di rumah sakit seperti ini? Tolong sampaikan keluhan kami ke pihak manajemen," ungkapnya dengan nada cemas.
Yang makin menyakitkan, ketika keluhan ini disampaikan ke pihak manajemen RSUD, responsnya justru melempar bola antar-bidang — tidak ada yang mau bertanggung jawab. Padahal, rumah sakit adalah tempat di mana kebersihan bukan sekadar kenyamanan, melainkan persyaratan mutlak demi keselamatan nyawa. Kebersihan yang buruk di rumah sakit dapat memicu infeksi nosokomial — infeksi yang didapat pasien justru saat sedang berobat — yang berisiko memperparah kondisi dan menularkan ke keluarga.
Menanggapi hal ini, Plt. Direktur RSUD Padang Pariaman dr. Hj. Efriyeni, M.Kes. (dr. Yeni) mengakui adanya permasalahan tersebut. "Kami sadar kondisi beberapa ruangan memang demikian. Saat ini sedang dalam perencanaan perbaikan, termasuk penggantian AC yang sudah mati total. Namun keterbatasan anggaran menjadi kendala, akan kami percepat semampu bisa," jelasnya.
Masyarakat dan keluarga pasien kini berharap Bupati Padang Pariaman dan instansi terkait segera turun tangan. Penilaian utama terhadap kualitas rumah sakit adalah lingkungan yang bersih dan aman. Jangan sampai pasien yang berjuang sembuh justru berpam pulang membawa "oleh-oleh" virus dan penyakit baru. RSUD Padang Pariaman harus segera dibenahi — nyawa dan kesehatan warga tidak bisa menunggu. (nd/Red)

