Type Here to Get Search Results !

Jalan Mulus, Warga Terjebak! Pengaspalan Pasia Nan Tigo Tinggalkan Tebing 40 Centimeter, Akses Rumah Terblokir!

Padang — Sigi24.com — Pembangunan pengaspalan jalan di Kelurahan Pasia Nan Tigo, dari Simpang Muaro Panjalinan menuju kawasan wisata Pasia Jambak, ternyata menjadi "pisau bermata dua" bagi warga. Di permukaan jalan kini mulus dan nyaman bagi wisatawan, namun di sisi lain, proyek ini justru mematikan akses keluar masuk warga yang tinggal di sekitarnya — terutama penghuni Komplek Kuala Nyiur 1 dan Kuala Nyiur 2.

Pasalnya, aspal baru diletakkan setinggi sekitar 40 sentimeter lebih tinggi dari permukaan tanah rumah warga — bahkan melampaui ketinggian tanggul jalan yang biasa ada. Hasilnya? Pintu masuk perumahan kini terhalang tebing aspal curam. Naik motor atau mobil keluar rumah saja sudah seperti mendaki bukit terjal.

Dari pantauan warga, proyek yang dikerjakan oleh PT. Sarana Mitra Saudara dengan pengawasan Dinas PU-PR Kota Padang ini dinilai sangat kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dan aksesibilitas. Pengerjaan terkesan hanya mengejar jalan mulus tanpa memikirkan bagaimana warga bisa keluar-masuk rumah dengan aman.

Bahaya nyata sudah di depan mata: kendaraan yang melintas di jalan baru melaju dengan kecepatan tinggi karena aspal rata dan mulus. Sementara itu, warga yang hendak keluar dari perumahan harus menginjak gas dalam-dalam hanya untuk bisa naik ke badan jalan — momen yang sangat rawan tabrakan dengan kendaraan yang melaju kencang. Bukan hanya kerusakan kendaraan yang dikhawatirkan, tetapi nyawa warga pun terancam.

Ketua RW 02 Komplek Kuala Nyiur 2, Mawardi, mengaku kecolongan besar. Pekerjaan sudah dianggap selesai sebelum warga sempat menyampaikan keluhan. "Kita tidak tahu mau melapor ke siapa, pekerjaan sudah beres begitu saja," keluhnya dengan nada frustrasi.

Lurah Pasia Nan Tigo, Lia Prima Sri Indah, SS, saat dikonfirmasi lewat pesan Rabu (19/8/2026), berjanji akan menindaklanjuti. "Nanti kami koordinasikan sama kontraktornya ya, karena pembangunan itu melalui PU-PR," jelasnya.

Namun kemarahan warga meluas. Seorang tokoh masyarakat yang enggan namanya disebut menilai kesalahan ini bukan sekadar soal teknis, melainkan ketidakpedulian instansi. "Apakah Wali Kota Fadhli Amran keliru menempatkan pejabat teknis? Jalan dibangun nyaman untuk kontraktor dan pemakai jalan, tapi warga yang tinggal di pinggir dianggap tidak ada?" tegasnya.


Warga menuntut Pemerintah Kota Padang segera turun tangan. Jalan pembangunan seharusnya membawa manfaat untuk semua, bukan meninggalkan sekelompok warga terisolasi dan terancam bahaya di halaman rumah sendiri. (nd/Red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.