Type Here to Get Search Results !

Tingkatkan Kemampuan Menulis, SMAN 2 VII Koto Gelar Pelatihan Menulis

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman tingkat kemampuan menulis dengan melakukan pelatihan menulis bagi siswa dan guru.

Padang Pariaman,-- Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman tingkat kemampuan menulis dengan melakukan pelatihan menulis bagi siswa dan guru. Tampil tiga narasumber masing-masing Sekretaris Satupena Sumatera Barat Armaidi Tanjung dan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Padang Pariaman/Kota Pariaman Ikhlas Bakri, serta pengurus SMSI Padang Pariaman Ahmad Damanhuri. 

Kepala SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak Ratna Wilis pada pembukaan pelatihan menulis, Rabu 24/6/2026) mengatakan, salah satu upaya meningkatkan kualitas siswa dan sekolah adalah dengan mendorong siswa dan guru untuk mampu menulis dengan baik. Baik menulis berita maupun menulis esai, cerpen dan puisi. Dengan menulis tersebut, siswa dan guru akan termotivasi mengungkapkan pikiran-pikirannya melalui tulisan.

“Kami sengaja mendatangkan 3 narasumber dari Satupena Sumatera Barat dan PWI Padang Pariaman, dan SMSI, menyampaikan terkait menulis berita sehingga siswa dan guru termotivasi untuk berita kegiatan sekolah atau kegiatan dirinya sendiri. Sedangkan Sekretaris Satupena Sumbar Armaidi Tanjung menyampaikan apa pentingnya menulis bagi seorang siswa dan guru,” kata Ratna Wilis. 

Peserta pelatihan menulis di SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak.

Menurut Armaidi Tanjung yang merupakan pendiri dan Pimpinan Redaksi Sitinjausumbar.com, kemampuan menulis bagi siswa sesungguhnya sangat menunjang keberhasilan untuk meningkatkan eksistensi dirinya. Karena dengan banyak menulis, siswa diharuskan pula banyak membaca. Mereka yang banyak membaca tentu memiliki wawasan yang lebih luas. 

“Karena itu beruntunglah siswa maupun guru yang memiliki kemampuan menulis dengan baik sehingga pikirannya dapat dibaca orang lain. Tulisan yang dihasilkan seorang siswa dan guru tentu akan menembus ruang dan waktu,” tutur penulis puluhan buku ini.  

Ahmad Damanhuri menambahkan, dalam penulisan berita yang perlu diperhatikan adalah konsep 5W dan 1 H. yakni What (Apa), Who (Siapa), When (Kapan), Where (Di mana), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana). Maksudnya, dalam satu berita harus terjawab unsur ini. Sehingga beritanya bisa dipahami pembaca.

“Konsep 5W 1H menjadi panduan untuk menyusun informasi berita yang lengkap, akurat, dan mudah dipahami. Jika ada kegiatan sekolah, sepatutnya bisa ditulis beritanya dan diinformasikan kepada publik. Baik melalui media cetak, media online, maupun di media sosial penulisnya, siswa atau guru. Sehingga informasi kegiatan sekolah tersebut bisa dibaca publik tentunya,” tutur Damanhuri yang juga Owner sekaligus Pimpinan Umum sigi24. com. 

Sementara Ikhlas Bakri, Pimpinan Umum Minangkabaunews.com menegaskan bahwa kemampuan menulis sesungguhnya harus dimiliki oleh siapapun, sepanjang aktivitas profesi menggunakan meja dan kursi. "Jika profesi kita nantinya adalah kerja kantoran, maka tidak bisa dilepaskan dari urusan menulis," kata Ikhlas,

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.