Type Here to Get Search Results !

Safari Tauhid Angie (di) Lima Kota Sulut

oleh Reiner Emyot Ointoe

“Iman bukanlah ketiadaan keraguan; iman adalah keputusan untuk terus maju meskipun ragu.” — Jeffrey Lang(72), Even Angels Ask: A Journey to Islam in America(1997).

Di tengah aksi sekolompok orang — tanpa alasan yang jelas menolak safari dakwah Ustadz Abduö Somad(UAS) ke Sulut — mulai hari ini(15/7/26) safari Tauhid serupa yang dijalani Angelina Sondakh di lima kota Sulawesi Utara(Manado, Bitung, Minut, Tomohon, dan Tondano), menjadi sebuah perjalanan pulang kampung yang sarat makna. 

Angie, putri Minahasa Kawangkoan kelahiran Australia — dari mendiang Prof. Dr. Ir. Lucky W. Sondakh dan Ir. Jull Dotulong — dikenal sebagai Puteri Indonesia 2001 dan politisi muda Partai Demokrat. 

Hidupnya penuh dinamika: dari panggung kecantikan, kursi parlemen, hingga keterpurukan akibat skandal politik yang menyeretnya ke penjara. 

Namun, dari ruang sunyi itu ia menemukan jalan baru, sebuah safari spiritual yang menegaskan bahwa modal utama manusia bukanlah kecantikan, popularitas, atau jabatan, melainkan iman dan kedekatan dengan Tuhan.

Dalam berbagai wawancara setelah bebas, Angie menuturkan bahwa masa hukumannya justru membawanya lebih dekat kepada Allah, yang hikmahnya mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan arti pertobatan. 

Kini, ketika ia kembali ke tanah lelurinya Minahasa Sulut, safari tauhidnya menjadi simbol perjalanan batin seorang perempuan yang pernah jatuh, lalu bangkit dengan kekuatan spiritual. 

Kehadirannya di lima kota Sulut — atas undangan beberapa „denominasi“ kelompok kajian Islam — bukan sekadar agenda dakwah, melainkan sebuah kesaksian hidup bahwa iman dapat menjadi cahaya yang menuntun keluar dari gelapnya masa lalu.

Pesan yang pernah ia tulis dalam bukunya Kecantikan, Bukan Modal Utama Saya, kini menemukan bentuk baru. 

Mungkin maksudnya: Kecantikan Spiritual Modal Saya yang Sesungguhnya.

Jika dahulu ia menegaskan bahwa kecantikan tidak boleh menjadi satu-satunya modal perempuan, maka hari ini ia menambahkan bahwa modal sejati adalah hati yang berserah dan iman yang teguh. 

Dari panggung kecantikan, dunia politik, hingga jeruji besi, Angie telah melalui fase-fase yang membentuk dirinya menjadi sosok yang lebih matang dan religius. 

Biografinya kini bukan hanya tentang seorang perempuan yang pernah bersinar di panggung publik, melainkan tentang manusia yang belajar dari kegagalan, menemukan kekuatan dalam spiritualitas, dan menjadikan iman sebagai modal utama untuk melanjutkan hidup.

Safari Tauhid Angie juga menemukan resonansi dalam pemikiran mendiang Jalaluddin Rakhmat. 

Dalam bukunya The Road to Muhammad(2009), Kang Jalal menulis bahwa jalan menuju Allah adalah jalan cinta, dan cinta itu berawal dari kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. 

Rujukan ini bisa menegaskan bahwa takdir Angie berdakwah di jalan Rasul yang dijerat dengan pengalaman pahit dan keterpurukan justru menjadi pintu masuk menuju cinta Ilahi. 

Dengan safari tauhidnya, Angie seakan menghidupkan kembali pesan Kang Jalal: bahwa iman sejati tumbuh dari cinta, dan cinta itu menemukan bentuknya dalam teladan Rasulullah.

Akan tetapi, safari Tauhid via „Road to Muhammad“ menurut Al-Qur’an digambarkan dengan tiga keutamaan risalah inti: nur Allah(نور الله), rahmatan lil ‘alamin(الرحمة لجميع العوالم), dan uswatun hasanah(أسوات حسنة).

Safara Tauhid yang dimaksud dapat dihayati lewat tiga keutamaan Rasul Muhammad.

Pertama, Nabi disebut sebagai cahaya yang membawa manusia keluar dari kegelapan menuju terang iman. 

Mengutip Surah Al-Ahzab ayat 46 difirmankan: 

„Wa da‘iyan ilallāhi bi idhnihi wa sirājan munīrā.“ Artinya: „Dan sebagai penyeru kepada Allah dengan izin-Nya, dan sebagai cahaya yang menerangi.” 

Kedua, Nabi diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Hal ini dikutip dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:

„Wa mā arsalnāka illā rahmatan lil‘ālamīn.“ Artinya: „Dan tidaklah Kami mengutus engkau(Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” 

Ketiga, perutusan Muhammad merupakan teladan(uswatun hasanah) yang sempurna bagi orang-orang beriman. 

Dikitip Surah Al-Ahzab ayat 21 berikut: 

„Laqad kāna lakum fī rasūlillāhi uswatun hasanah liman kāna yarjullāha wal-yawmal-ākhira wa dzakarallāha katsīrā.“

Translasinya: “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi orang yang mengharap(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir serta banyak mengingat Allah.“

Dengan demikian, untuk tiba pada safari Tauhid, ketiga ayat ini menegaskan bahwa „Road to Muhammad“ adalah cahaya yang menerangi jalan manusia, rahmat yang meliputi seluruh alam, dan teladan utama bagi orang-orang beriman. 

Keutamaan safari Tauhid Angie via „Jalan Muhammad“ bukan hanya dalam dimensi spiritual, tetapi juga dalam dimensi sosial dan moral.

Dengan kata lain, umat Islam menjadikannya sebagai pusat cinta, teladan, dan cahaya kehidupan.

Safari spiritual ini bukan sekadar perjalanan fisik dari satu kota ke kota lain, melainkan perjalanan batin yang menegaskan bahwa setiap manusia, betapapun jauh keterpurukannya, selalu memiliki kesempatan untuk kembali. 

Sebagaimana umum diketahui, Angie, dengan segala luka dan pembelajaran hidupnya, kini berdiri sebagai saksi bahwa iman dapat menjadi modal utama untuk menata ulang hidup.

Dan jalan menuju Allah selalu terbuka bagi mereka yang berserah diri pada kehendakNYA.

Wallahu alam bisawab.

#coverlagu:

Fathul Jihad(45) adalah musisi muda yang merilis lagu Jalan Dakwah pada 25 Oktober 2024 sebagai bagian dari album Jalan Cinta Para Pejuang.

#credit foto diambil dari poster Angie di facebook dan salah undangan panitia.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.