![]() |
| Wahyudi Yusman |
Padang Pariaman, -- Wahyudi Yusman merasa terpanggil untuk ikut kontestasi politik lokal di kampungnya, Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris. Apa yang membuat pengusaha kayu ini maju menjadi calon walinagari?
"Saya merasakan dan menyaksikan, bahwa permainan politik sekarang, terkesan membodohi masyarakat itu sendiri. Bukan sebaliknya, mencerdaskan masyarakat," katanya.
Wahyudi Yusman pun terjun, dan mengantarkan persyaratan calon walinagari ke panitia Pilwana Nagari Pauh Kambar. "Saya ingin membuktikan, bahwa jadi walinagari bukan pangkat dan jabatan untuk mencari kekayaan," ujarnya.
"Lebih dari separoh usia saya menggeluti dunia usaha kayu ini. Jadi, saatnya saya bersama masyarakat, memberikan pengabdian, membangun nagari ini ke arah yang lebih baik," ungkapnya.
Di Nagari Pauh Kambar dilaporkan, bahwa persaingan calon walinagari luar biasa antusias. Ada tujuh anak nagari yang mendaftar jadi calon, yang kini sedang diseleksi oleh panitia Pilwana serentak.
Bagi Wahyudi Yusman, banyaknya bakal calon yang ikut ambil bagian dalam helat Pilwana serentak delapan tahun sekali ini, merupakan hal yang wajar.
"Yang jelas, adanya dukungan masyarakat, serta kesempatan dalam momen yang tiba sekali dalam delapan tahun, menjadi dorongan kuat untuk menyempurnakan pengabdian di tengah masyarakat," sebutnya.
Wahyudi Yusman menyampaikan terima kasih kepada niniak mamak yang tergabung dalam KAN Pauh Kambar, yang telah mengeluarkan rekomendasi.
"Terima kasih saya ucapkan kepada niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai dan tokoh masyarakat. Mari kita bersama membangun nagari ini," harapnya.

