Type Here to Get Search Results !

Terwujud Dalam Tujuh Hari! Baznas Sumbar dan Padang Pariaman Bangun Hunian Layak untuk Keluarga Mustahik di Pasie Laweh Lubuk Alung

Padang Pariaman-- Sigi24.com. Kedua anak yang baru saja ditinggal ibunya ini, tak lagi perlu khawatir dan takut saat ingin buang air besar. Setelah mendapatkan bantuan pembangunan fasilitas sanitasi dan dapur yang layak.

Kegembiraan dan keriangan muncul dari dua orang anak gadis yang tinggal di Korong Padang Galapuang, Nagari Pasia Laweh Lubuk Alung yang masih belia ini, yang telah ditinggal pergi oleh almarhumah ibunya bernama Hanofiah, tiga bulan lalu karena mengidap sakit stroke mendadak. Sempat dirawat di ICCU RSUD Parit Malintang selama empat hari, namun ajal menjemputnya lebih dulu.

Kegembiraan dan keriangan dari kedua orang adik kakak, yang besar bernama Fadila baru duduk di kelas 10 SMKN 1 2x 11 Enam Lingkung, dan yang kecil bernama Rosadina, baru menduduki kelas empat SD ini. Begitu gembira, dimana sebelum ini, mereka masih BAB di sebuah bandar/parit di belakang rumahnya. Sekarang, melalui bantuan Baznas Kabupaten Padang Pariaman, mereka sudah memiliki WC dan kamar mandi sederhana, tentunya tidak susah dan takut lagi mau BAB tengah malam.

Hanya berselang tiga bulan setelah WC mereka siap, datang lagi bantuan dari Baznas Provinsi Sumatera Barat untuk melengkapi pembangunan dapurnya. Walau sederhana, namun mereka terlihat sangat puas dengan adanya pembangunan tersebut. 

"Keluarga ini mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada Pemerintahan Nagari Pasia Laweh Lubuk Alung, kepada Baznas Kabupaten Padang Pariaman dan Provinsi Sumatra Barat, dan kepada Bapak Ali Nurdin dan Buk Rita Arlen, karena melalui sosok dua jurnalis Sumatera Barat ini berhasil menjembatani bantuan pada Baznas," tutur Fadila.

Berkat semangat juang dari kedua jurnalis ini, yang didukung oleh keluarga besar Fadila dan Rosa, kerja sama dan kecepatan tanggapan dari Pemerintahan Nagari Pasia Laweh dalam urusan surat menyurat untuk kebutuhan proses bantuan ini, makanya hal ini bisa terwujud dengan baik dan cepat.

Untuk memaksimalkan bantuan dari Baznas Provinsi Sumatera Barat Rp10 juta tersebut, maka hanya satu orang tukang yang digaji. Buruhnya dilaksanakan secara gotong royong oleh keluarga dan pihak lainnya. Alhamdulillah, dalam tempo tujuh hari kerja, di luar proses kelengkapan, sudah siap dimanfaatkan oleh pihak keluarga Bunasrul dan kedua anak gadisnya tersebut.

Ternyata kegembiraan tersebut bukan hanya dirasakan oleh keluarga ini yang disebut sebagai mustahik, tapi juga oleh pihak Baznas, baik kabupaten maupun Baznas Provinsi Sumatera Barat, karena telah berhasil menyalurkan dana bantuan dari Muzaki kepada pihak yang tepat, dan terealisasi dengan baik dan benar. 

"Kami selaku penghubung, juga menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Baznas Kabupaten Padang Pariaman, M. Defriadi, S.Kom, Dt. Rangkayo Basa beserta jajarannya, dan Pimpinan Baznas Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag beserta jajarannya, atas kerja sama dan kepeduliannya selama ini kepada masyarakat yang kurang mampu. Sekaligus mohon maaf kami sebagai penghubung yang selalu sering mengusik bapak/ibuk semua dalam proses dana bantuan ini. Barangkali ada yang kurang berkenan, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga semuanya ini dapat menjadi ladang amal bagi kita semua," kata Ali Nurdin. (nd/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.