Type Here to Get Search Results !

Sejarah Baru di Nagari, Sherly Maretha Sonia Jadi Calon Walinagari Toboh Gadang Timur

Sherly Maretha Sonia 

Padang Pariaman, -- Pilwana serentak tahun ini, sepertinya menjadi luar biasa, terutama bagi anak nagari. Adalah Nagari Toboh Gadang Timur, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, satu dari 74 nagari yang ikut helat Pilwana serentak di Padang Pariaman.

Sherly Maretha Sonia, A.Ma, satu-satunya perempuan yang memanfaatkan momen helat Pilwana serentak di Nagari Toboh Gadang Timur. Dia ikut maju, dan telah terdaftar di panitia Pilwana nagari itu.

Dengan majunya Sherly, begitu istri Ir. Munafestoni, mantan anggota DPRD Padang Pariaman ini, mengguncangkan jagad perpolitikan di nagari itu. Apalagi setelah panitia Pilwana serentak Nagari Toboh Gadang Timur selesai melakukan verifikasi berkas calon, nama Sherly menjadi cerita tersendiri di tengah masyarakat.

Sempat putik jadi buah, tepung jadi pinyaram, dalam helat Pilwana 27 Juni tahun ini, Sherly dapat kepercayaan masyarakat, dan dinyatakan sebagai walinagari terpilih, mungkin inilah baru kejadian, dan sejarahnya perempuan jadi walinagari di Padang Pariaman.

Tentu, alumni Manajemen Perhotelan UNP Padang ini tak sembarang pula melangkah, ikut dalam dinamika politik Pilwana kali ini. Ada prestasi dan nama yang dibawanya, untuk bisa jadi pertimbangan tersendiri oleh masyarakat Toboh Gadang Timur.

Sherly, perempuan 32 tahun ini, pernah meraih runner up 1 Cik Uniang Padang Pariaman 2012 lalu, juara satu Duta Simpedes BRI 2014 lalu. Ditambah sebagai istri anggota DPRD Padang Pariaman, 2014-2019 dan 2019-2024.

Sopasti, Sherly dapat dukungan penuh dari keluarnya, untuk bisa berkiprah dan berkontribusi di nagari lewat kepemimpinan seorang walinagari.

Di samping itu, Sherly tergolong muda. Pemimpin muda jadi ikon politik saat ini. Sherly adalah "Kartini" abad sekarang, yang dalam kepemimpinan wanita berakar pada perjuangan kesetaraan gender, pendidikan, dan emansipasi untuk membebaskan perempuan dari belenggu tradisi, kebodohan, serta diskriminasi. 

Ia mendorong perempuan menjadi agen perubahan yang mandiri, berpendidikan, cerdas, berwawasan luas, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. 

Sherly meyakini bahwa pendidikan adalah alat utama untuk meningkatkan kualitas diri, mencapai potensi penuh, dan membebaskan perempuan dari belenggu kebodohan.

Perjuangan Kartini memotivasi perempuan modern untuk berani melawan stereotip bahwa perempuan hanya terbatas pada peran domestik, dan berani mengejar pendidikan tinggi serta karier, setidaknya menjadi motivasi tersendiri bagi Sherly untuk terus melangkah, berjuang dalam kontestasi Pilwana serentak ini.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.