![]() |
| Musfi Yendra |
Padang,— Dua tahun memimpin Komisi Informasi Sumatera Barat, 2024-2026, kehadiran dan sentuhan Musfi Yendra terasa luar biasa sekali. Dia mampu menerjemahkan nilai-nilai keterbukaan informasi publik itu menjadi sebuah gerakan.
Mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam memimpin, tentu tidak hadir begitu saja. Melainkan, putra kelahiran Tabek, Kecamatan Pariangan, Tanah Datar 1982 ini berproses di berbagai kepemimpinan lembaga pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
Dalam aspek monitoring dan evaluasi (Monev), dua tahun Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL-Lemhanas) Sumatera Barat ini memimpin KI, sebanyak 422 badan publik dinilai, dengan 101 badan publik berhasil meraih predikat informatif.
Sementara itu, penyelesaian sengketa informasi publik mencapai 30 register perkara. Tempo dua tahun, angka sebanyak itu, menjadikan sosok Musfi Yendra terasa hebat dan menularkan kepemimpinan yang inspiratif.
Di samping kerja kolektif dengan empat komisioner KI Sumbar lainnya, capaian demikian tak terlepas dari pengalaman panjang seorang Musfi Yendra, yang semasa kuliah dia mempunyai pengalaman yang hebat dalam bidang penelitian.
Alumni MAN 2 Batusangkar ini bahkan pernah jadi tim peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) untuk wilayah Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi 2004-2005.
Musfi Yendra, jurnalis yang pernah bekerja sebagai filantropis ini hadir sebagai figur yang tidak hanya bekerja dalam kerangka regulatif. Tetapi ia dalam bekerja juga menghadirkan inspirasi melalui capaian konkret selama menjabat di KI Sumbar.
Tuntutan zaman yang semakin mengedepankan transparansi dan akuntabilitas, membuat Musfi Yendra menjadikan lembaga yang dia pimpin itu menjadi sebuah "gerakan".
Sehingga, berbagai capaian yang telah diraih Komisi Informasi Sumbar, adalah sebagai prestasi atau lekat tangan tokoh muda asal Luhak Nan Tuo ini.
Musfi Yendra telah membangun fondasi keterbukaan informasi secara sistematis. Sebanyak 211 badan publik telah menyampaikan laporan standar layanan informasi.
Di tingkat nasional, tiga nagari di Sumatera Barat—Nagari III Koto Aur Malintang di Padang Pariaman, Nagari Simalanggang, di Limapuluh Kota, dan Nagari Malampah Barat—berhasil meraih penghargaan dari Komisi Informasi Pusat.
Pendampingan terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menunjukkan hasil positif, dengan raihan predikat informatif dan peringkat 18 nasional.
Lagi-lagi, sosok Musfi Yendra yang pernah jadi Direktur PT Dompet Dhuafa Niaga dalam rentang 2016-2021 ini, yang dinilai punya pengaruh tersendiri dalam kepemimpinan KI itu.
Dua tahun mengendalikan KI, Musfi Yendra mengukuhkan lebih 2.000 Duta Keterbukaan Informasi dari kalangan pelajar, mahasiswa, insan pers dan pegiat sosial media. Ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi sadar informasi sejak dini.
Sebanyak 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar berhasil meraih predikat informatif—lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar antara tiga hingga enam OPD.
Selain itu, capaian juga meluas ke lembaga vertikal. Bawaslu Provinsi Sumatera Barat bersama 19 Bawaslu kabupaten/kota turut meraih predikat informatif.
Ini menjadi sejarah pertama dalam 11 tahun pelaksanaan Monev oleh Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat. Tercatat, 101 badan publik yang meraih predikat informatif.

