Bekasi, Jawa Barat – Peresmian kantor pusat Dewan Pimpinan Pusat Da’i Rantau Minang (DPP DARAM) berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dengan dihadiri berbagai tokoh nasional, ulama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Minangkabau dari ranah dan rantau. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi gerakan dakwah dan pemberdayaan umat, khususnya masyarakat Minang di berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Umum Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM), Buya Prof. Dr. Dr. Masri Mansoer MA, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus BP2DIM se-Dunia. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan ucapan selamat atas diresmikannya kantor DPP DARAM yang berlokasi di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Menurutnya, keberadaan kantor pusat ini diharapkan menjadi pusat koordinasi dan manajemen yang efektif dalam menjalankan berbagai program dakwah, sosial, dan pemberdayaan umat. Ia menegaskan bahwa kehadiran DARAM harus mampu memberikan dampak nyata dan signifikan bagi umat, khususnya masyarakat Minangkabau di perantauan.
“Semoga dengan adanya kantor ini, DARAM semakin kuat dalam berkhidmat kepada umat dan mampu mensukseskan seluruh program kerja di setiap departemen,” demikian disampaikan dalam sambutan yang dibacakan pada acara tersebut.
Dalam rangkaian acara, Ketua Umum DPP DARAM juga memaparkan salah satu program unggulan yang menjadi perhatian besar, yakni pencanangan pembangunan Islamic Centre Daram Internasional (ICDI) yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas 75 hektare. Proyek besar ini disebut akan mulai digarap setelah peresmian kantor pusat DPP DARAM dilaksanakan.
Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun pusat pendidikan, dakwah, dan pengembangan peradaban Islam yang berorientasi global. ICDI diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah penguatan ekonomi umat, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam dan budaya Minangkabau.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum BP2DIM juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan DPP DARAM terhadap berbagai program BP2DIM, khususnya dalam upaya memperjuangkan terbentuknya Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) yang madani dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Minang, baik di ranah maupun rantau, untuk terus bersatu dan bergandengan tangan dalam memperjuangkan visi bersama tersebut. Unsur adat seperti Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kandung, serta generasi pemuda diharapkan dapat berperan aktif dalam sosialisasi dan perjuangan aspirasi tersebut.
Sejumlah tokoh BP2DIM juga turut hadir dalam acara ini, di antaranya jajaran pembina, pendiri, pengawas, hingga pengurus harian. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas organisasi dalam mendukung berbagai agenda strategis yang sedang diperjuangkan.
Salah satu tokoh yang hadir, Buya Drs. Guspardi Gaus, menyoroti pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa regulasi tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan penerbitan peraturan daerah (Perda) sebagai bentuk implementasi nyata di tingkat daerah.
Menurutnya, hingga saat ini sudah berjalan beberapa tahun sejak disahkan, namun belum terlihat langkah konkret dalam bentuk regulasi turunan. Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera merespons hal ini agar nilai-nilai kekhasan falsafah Minangkabau dapat diimplementasikan secara maksimal dalam kebijakan daerah.
Acara peresmian kantor DPP DARAM ini ditutup dengan suasana penuh keakraban, foto bersama, serta komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antarorganisasi, ulama, dan masyarakat Minangkabau dalam membangun umat dan daerah.
Editor: Teuku Husaini

