![]() |
| Aliran Sungai Batang Anai kian dekat dengan pemukiman warga Balah Hilie Lubuk Alung. Ancaman terbannya nagari itu sepertinya sedang di depan mata. |
Padang Pariaman, --- Pasca bencana akhir tahun kemarin, sebagian Nagari Balah Hilie Lubuk Alung, kini kondisinya terancam amblas. Aliran Sungai Batang Anai beralih sekitar 150 meter ke arah pemukiman. Kantor Nagari Balah Hilie Lubuk Alung hanya tinggal sekitar empat meter dari bibir sungai.
Sungai Batang Anai adalah salah satu sungai besar di Padang Pariaman. Di Lubuk Alung, Sungai Batang Anai membelah kecamatan ini. Setiap musim banjir, nyaris sungai ini tak meninggalkan jejak.
Jembatan Kayu Gadang terban beberapa waktu lalu, hingga kini belum diperbaiki. Jembatan Bukik Lubuk Alung pun putus akibat bencana akhir tahun kemarin, dan belum ada kepastian, kapan diperbaiki.
Happy Neldy, salah seorang tokoh masyarakat Lubuk Alung menyebutkan, normalisasi Sungai Batang Anai adalah mutlak dilakukan. "Pemerintah Padang Pariaman harus membuat laporan dan proposal ke pusat dan provinsi. Keterbatasan APBD daerah ini, butuh "intervensi" pusat," kata Happy Neldy , tokoh yang pernah beberapa periode jadi anggota DPRD Padang Pariaman ini.
Tak hanya Kantor Nagari Balah Hilie Lubuk Alung, pemukiman masyarakat dan jalan negara Padang - Bukittinggi ini pun kian terancam putus.
Sebagai politisi Gerindra dan mantan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Padang Pariaman, Happy Neldy pun ikut menyampaikan pesan bencana dan ancaman terbannya nagari ini ke petinggi Gerindra yang ada di pusat.
#fyp

