![]() |
| Vila di Galagah Air Dingin, Kabupaten Solok. |
Solok – Sigi24.com. Kasus penganiayaan dan pengrusakan vila di Korong Galagah Air Dingin, Kabupaten Solok yang viral belakangan ini bukan hanya mengekspos aksi kekerasan semata, melainkan menyoroti kelalaian nyata dan keterlambatan yang mencolok dari pihak kepolisian dalam menindaklanjuti kasus tersebut.
Namun, balik lagi ke akar masalah – sikap pemilik vila, dr. Syukri, sejak pertama kali datang dan membangun fasilitas megahnya di kawasan tersebut justru menjadi titik sorot yang mencengangkan.
Ketua Pemuda Galagah, Yohanes, saat dihubungi secara langsung menyatakan dengan tegas: "Saya sama sekali tidak pernah diberitahu tentang rencana pembangunan vila tersebut, dan dia tidak melakukan sosialisasi sedikit pun dengan masyarakat setempat."
"Kami masyarakat Galagah tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang ingin berinvestasi di kampung kami. Namun sebagai seorang dokter yang berpengetahuan luas dan juga orang Minang, seharusnya dia memahami etika dasar memasuki dan membangun di daerah orang lain," tegas Yohanes.
Ia menambahkan, setiap kampung di Minangkabau memiliki struktur kepemimpinan yang jelas – yaitu kepemimpinan adat dan pemerintahan. "Pendatang yang baik akan diterima bahkan seperti keluarga sendiri. Kami tidak iri dengan kekayaan atau pangkat siapa pun, meski pun kami hanya petani yang dianggap miskin, kami punya harga diri yang tidak bisa dianggap remeh," ucapnya dengan tegas.
Sesuai pepatah Minang yang mendalam: "Di mana bumi di pijak, di sana langit di jujuang; di mana air di sauak, di situ rantiang di patah". Namun kenyataan yang terjadi, sosok dr. Syukri dinilai justru bersikap apatis dan mengabaikan eksistensi masyarakat nagari tersebut. (nd/red)

