![]() |
Oleh : Ririe Aiko
_"Ia sudah mencoba bicara, pelan, lirih, nyaris patah. Hatinya sudah lama teriris menjadi serpihan kaca yang menghenyapkan keberanian."_
Itulah salah satu bait puisi esai mini dari karya saya yang berjudul Saat Ledakan Lebih Terdengar daripada Suara Korban.
Pada kesempatan yang sangat membanggakan, saya membacakan puisi ini di Festival Puisi Esai ASEAN 5 di Sabah, Malaysia, di hadapan para sastrawan, Presiden Komunitas Puisi Esai ASEAN Datuk Jasni Matlani, dan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Hal Ehwal Sabah dan Sarawak, YB Datuk TS Mustapha Sakmud.
Setelah saya menyampaikan pesan dari puisi esai itu, Datuk Mustapha Sakmud menatap saya dan berkata,
_"Puan, terima kasih. Puisi esai yang tadi dibacakan membuat saya tersentuh, sekaligus memaknai lebih dalam bahwa puisi esai adalah bagian dari sastra yang penting untuk disuarakan di tingkat global."_
Momen itu membuat saya terharu, senang, dan merenung cukup lama. Di sanalah saya merasakan salah satu visi saya tercapai: bukan sekadar menulis atau membaca puisi esai, tetapi membuat orang lain ikut tergugah, ikut merasakan, dan terdorong untuk peduli pada sesama melalui puisi esai.
Seperti yang pernah disampaikan sastrawan Fathin Hamama, menulis puisi esai bukan hanya sekadar menulis, tetapi juga harus berdampak pada sikap kita terhadap sesama. Saya sepenuhnya setuju dengan pernyataan beliau.
Melalui buku Suara Kecil dari Balik Algoritma, saya ingin menunjukkan bahwa kata-kata bukan hanya untuk dibaca, tapi juga untuk didengar, dirasakan dan dipahami.
Kumpulan puisi esai mini dalam buku ini sebagai bentuk keberpihakan pada anak-anak yang suaranya sering tenggelam di tengah riuh media sosial. Fenomena bullying dan kekerasan yang kian viral, ini bukan hanya sekadar konten, ia adalah luka nyata yang meninggalkan trauma panjang.
Bagi rekan-rekan yang ingin membaca, versi e-book tersedia gratis di link
https://s.id/Suaradaribalikalgoritma
versi cetak bisa dipesan melalui https://s.id/Bukucetak
_Mari menyelami, meresapi, dan biarkan suara-suara kecil itu berbicara kepada kita semua._

