Type Here to Get Search Results !

Setelah Tujuh Tahun Vakum: Koto Marapak Kembali Mengadakan Alek Nagari, Didukung Pula Oleh Perantau dengan Semangat

Kota Pariaman -- Sigi24.com. Kesenangan dan kegembiraan segera akan menggema di Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur. Setelah vakum selama tujuh tahun sejak terakhir digelar pada 2018, "Baralek Gadang" atau Alek Nagari yang dinanti-nanti akhirnya akan kembali digelar! Acara megah ini akan mempersembahkan kekayaan seni budaya Minangkabau yang menjadi jati diri masyarakat setempat.

Pj. Kepala Desa Koto Marapak, Ahmad Hadi Fachrudin, S.Pd, saat ditemui di Kantor Desa membenarkan kabar gembira ini. "Benar, kami akan melaksanakan Alek Nagari pas lebaran (2 hari Rayo), tepatnya mulai pembukaan tanggal 26 Maret 2026. Acara ini akan dibuka secara langsung oleh Walikota Pariaman, Yota Balad, S.STP, M.Si," ungkapnya dengan antusias.

Lebih lanjut Ahmad Hadi menjelaskan, penyelenggaraan Alek Nagari ini juga merupakan wujud tindak lanjut dari saran Walikota Pariaman dan selaras dengan Calendar of Event Kota Pariaman tahun 2026. "Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali dan mengembangkan kreativitas seni serta budaya Minangkabau yang selama ini telah digeluti dengan penuh cinta oleh masyarakat kita di Desa Koto Marapak," tambahnya.

Persiapan acara ini telah berjalan matang dengan terbentuknya panitia yang dikomandoi langsung oleh Kapalo Mudo Koto Marapak, Khaidir. Berdasarkan pengalaman sukses pada tahun 2018 lalu, acara ini diprediksi akan jauh lebih meriah dan membludak.

"Dulu saja, Alek Nagari 2018 sangat ramai dikunjungi penggemar dari berbagai nagari dan desa, hingga lokasi acara penuh sesak dengan penonton yang antusias. Apalagi tahun ini acara bertepatan dengan hari Raya ke-2 (lebaran), dipastikan akan jauh lebih meriah dan penuh warna," jelas Khaidir dengan optimisme.

Kerinduan akan gelaran budaya ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di desa, tetapi juga membara di hati para perantau Koto Marapak yang tersebar di berbagai daerah. Dukungan mereka menjadi kekuatan besar bagi warga kampung.

"Banyak perantau kita yang sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu biaya even seni budaya ini. Bagi yang berkesempatan pulang, mereka pun berjanji akan menyaksikan langsung kemeriahannya. Dukungan ini sangat berarti bagi kami," ujar Khaidir.

Sebagai puncak keseruan, acara penutupan akan menampilkan kesenian Indang Tradisi 3 Jerong. Awalnya direncanakan selama 4 malam (2 panaik indang), namun kini durasinya diperkirakan akan bertambah seiring dengan antusiasme dan permintaan khusus dari para perantau.

Siapkan diri Anda untuk merasakan kembali magisnya budaya Minangkabau! Alek Nagari Koto Marapak 2026 bukan sekadar acara, melainkan perayaan identitas dan kebersamaan yang tak boleh dilewatkan. (nd/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.