Type Here to Get Search Results !

MBG di Koto Marapak: Sukses Serap Tenaga Kerja, Pengelola Akui Kelalaian tak Silaturrahmi, Niniak Mamak Terima dengan Syarat

Silaturrahmi pengelola MBG Koto Marapak dengan tokoh masyarakat.

Kota Pariaman -- Sigi24.com. Kehadiran Makanan Bergizi (MBG) di Desa Koto Marapak, Kota Pariaman, awalnya menuai sambutan hangat dari seluruh elemen masyarakat. Mulai dari niniak mamak, kapalo mudo, kaum ibu, hingga pemuda pemudi desa, kehadiran usaha ini memberikan gairah baru bagi warga.

Namun, setelah tiga bulan beroperasi, dapur MBG yang dikelola oleh Riki dan Raul selaku Ketua SPPG ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Pertanyaan warga hingga sampai ke telinga Kepala Desa Koto Marapak, Ahmad Hadi Fachrudin, dan Kapalo Mudo Khaidir.

Merespons hal tersebut, Kepala Desa Ahmad Hadi Fachrudin mengambil inisiatif pada Rabu (11/02/2026). Didampingi Kapalo Mudo dan awak media, beliau memanggil pimpinan MBG ke kantor desa. Dalam pertemuan itu, Riki—yang asli berasal dari Bonjol, Pasaman—mengakui kelalaiannya. Kesibukan operasional membuat dirinya dan tim manajemen belum sempat bersilaturahmi secara resmi dengan ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat setempat.

"Dengan kesadaran tinggi dan memahami kearifan lokal adat serta budaya Minang, saya menyadari ini adalah kelalaian kami karena kesibukan selama ini," ujar Riki.

Sebagai bentuk tanggungjawab dan penghormatan terhadap adat, Riki langsung mengambil keputusan. Pada hari Jumat (13/02/2026), ia mengundang seluruh tokoh masyarakat. Melalui Kapalo Mudo, ia berharap niniak mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, dan pemuda dapat hadir di Dapur MBG.

"Kami tunggu bersama semua staf dan pekerja. Kami berharap bapak dan ibu sekalian bisa memberikan saran dan masukan kepada seluruh kru MBG," lanjut Riki.

Di hadapan niniak mamak, alim ulama serta pemuda yang hadir, Jumat (13/02/2026 ), Riki memaparkan harapannya sebagai perantau dari Bonjol sebagai pimpinan yang menjalankan usaha dapur MBG ini. "Kami berharap dapat diterima oleh semua pihak di desa ini sebagai kemanakan dan dunsanak. Tampek inggok nan basicakam, tabang nan tampek basitumpu, ditinggaan mamak di tapeki mamak di siko, ingan kok samo di jinjiang, barek samo di pikua, kapai tampek batanyo ka pulang tampek babarito," harap Riki dengan penuh haru.

Merespons permohonan tersebut, Tuanku Dedi Dt. Jambak mewakili niniak mamak yang hadir memberikan tanggapan. Kato bajawek gayuang basambuik, pihak niniak mamak siap menerima kehadiran MBG dengan catatan penting.

"Kami siap menerima dengan syarat, selama di sini ikut aturan yang berlaku, jaga diri, dan kendalikan usaha ini dengan baik. Kami juga berharap dapat tercipta kerukunan dengan semua pekerja," tegas Tuanku Dedi.

Pernyataan ini tak lepas dari kenyataan bahwa di dapur MBG tersebut bekerja 47 orang tenaga kerja, terdiri dari 27 perempuan dan 20 laki-laki, yang sering bekerja hingga tengah malam. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kualitas masakan maupun pergaulan antar pekerja menjadi hal yang sangat penting dan harus dijaga.

Di akhir pembicaraannya, Tuanku Dedi menyampaikan rasa bangganya. "Kami sangat bangga akan kehadiran MBG ini karena telah berhasil menampung tenaga kerja, terutama bagi masyarakat desa ini. Artinya, kehadiran dapur MBG di sini sudah berhasil mengurangi angka pengangguran di Desa Koto Marapak," pungkasnya. (nd/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.