Type Here to Get Search Results !

Energi untuk Kemaslahatan

oleh ReO Fiksiwan

“Arah perkembangan sistem energi global tampaknya jelas: pergeseran bersejarah dari bahan bakar fosil sedang berlangsung… mempercepat revolusi energi kedua — pencarian energi terbarukan dan ‘nol emisi karbon bersih’.” — Daniel Yergin (78), The New Map: Energy, Climate, and the Clash of Nations (2020).

Kebutuhan atas energi masa depan tidak lagi dapat diasumsikan sekadar mengeksploitasi atau merusak alam. Isu energi terbarukan telah menjadi agenda global, terutama dalam menghadapi krisis iklim dan transisi energi yang menentukan arah peradaban.

Dalam konteks ini, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh PT Bone Bolango Energi (BBE) di Sungai Bone, Suwawa Timur, Gorontalo, patut dipandang sebagai bagian dari upaya besar bangsa untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dunia. 

Niat tulus seorang putra daerah sebagai pengembang, untuk membangun kampung halaman, membantu program pemerintah di bidang energi terbarukan, sekaligus mendukung agenda global akibat climate change, adalah fondasi moral yang tidak bisa diabaikan.

Investasi ratusan miliar rupiah yang digelontorkan dalam proyek ini menunjukkan keseriusan menghadapi situasi dunia yang tengah dilanda krisis energi. 

Dalam logika pembangunan, keuntungan bukanlah prioritas utama, melainkan kepatuhan terhadap aturan dan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. 

Mustahil sebuah pengembang dapat beroperasi tanpa izin dari daerah hingga pusat, karena mekanisme regulasi di Indonesia menuntut verifikasi berlapis. 

Kritik yang dilayangkan oleh LSM Suara Gorontalo tentu menjadi bagian dari dinamika demokrasi, namun tidak boleh menutup mata terhadap fakta bahwa proyek energi terbarukan adalah kebutuhan strategis bangsa.

Mari membangun dan berpartisipasi aktif dalam mensejahterakan masyarakat Gorontalo tanpa membebani negara maupun daerah. 

Jika belum mampu mendukung, setidaknya tidak mengganggu apalagi menghalangi. 

Energi adalah kebutuhan bersama, dan transisi menuju energi bersih adalah keniscayaan. 

Daniel Yergin dalam The Quest (2011) dan The New Map (2020) menegaskan bahwa perebutan energi adalah perebutan kekuasaan dunia. 

Denny JA dalam artikelnya Ganti Energi, Ganti Penguasa Dunia juga menekankan bahwa siapa yang menguasai energi terbarukan akan menguasai masa depan. 

Maka, Gorontalo dengan PLTA Bone Bolango tidak sekadar membangun bendungan, melainkan ikut serta dalam panggung global perebutan masa depan energi.

Tuntutan LSM Suara mengenai izin sertifikasi bendungan, mitigasi risiko, dan dampak sosial-ekologis tentu harus dijawab dengan transparansi dan prosedur yang tepat. 

Namun, menolak mentah-mentah proyek energi terbarukan sama saja dengan menutup pintu kemajuan. 

Energi untuk kemashlatan berarti energi yang dibangun dengan niat tulus, investasi besar, dan partisipasi masyarakat, demi kesejahteraan bersama. Gorontalo tidak boleh tertinggal dalam arus transisi energi dunia. 

PLTA Bone Bolango adalah simbol bahwa daerah mampu berdiri sejajar dengan agenda global, menjadikan energi bukan sekadar komoditas, melainkan jalan menuju kemashlatan.

Menurut beberapa pengamatan, Energi Baru Terbarukan(EBT) adalah suatu keharusan agar suhu muka bumi bisa dikendalikan secara sistematis, terukur, dan masif dengan outcome yang jelas: suhu muka bumi tidak semakin panas. 

Posisi Gorontalo saat ini masih mengandalkan suplai listrik dari Sulawesi Utara, ditambah keterbatasan sumber EBT lokal. 

PLTA Bone hadir sebagai kontribusi nyata dalam mengisi ruang keterbatasan energi bersih serta mendorong kemandirian energi di Gorontalo.

Pemanfaatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bone dan potensi DAS lainnya di Gorontalo untuk PLTA yang tidak hanya renewable tetapi juga ramah lingkungan (environmental friendly) perlu mendapat dukungan dari seluruh stakeholders, termasuk LSM di Gorontalo. 

Mari bersatu, berkolaborasi, bergotong royong (lamahu), dan saling menguatkan dalam doa, bukan sebaliknya.

Peranan semua stakeholders yang saling menguatkan sangat dibutuhkan guna terwujudnya kemandirian energi bersih di Gorontalo. Opsi sangat terbatas. 

Mandiri dan berdikari energi bukan lagi slogan, melainkan keharusan agar pembangunan terus berlangsung dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Sebagai konklus, dapat disampaikan beberapa poin untuk kemashlahatan, khusus warga Kabupaten Bone Bolango Gorontalo:

Pertama, fakta pemanasan global harus menjadi kesadaran bersama bahwa bumi semakin panas dan membutuhkan solusi nyata. 

Kedua, kemandirian energi listrik Gorontalo masih sangat bergantung pada suplai dari Sulawesi Utara, sehingga PLTA Bone menjadi jawaban strategis. 

Ketiga, kesadaran kolektif perlu digugah untuk mengubah potensi sumber daya air menjadi energi listrik hijau dan ramah lingkungan demi kesejahteraan rakyat. 

Keempat, kontribusi nyata putra daerah melalui PLTA Bone diharapkan menjadi pemicu semangat bagi masa depan generasi muda. 

Asal ada kemauan, fokus, kesungguhan, dan tawakal kepada Allah Swt, khusus seluruh pemanfaat(beneficeries), insya Allah bisa.

#coverlagu:

Lagu “Tilolamu Wa’u to Delomo Wololo” versi Devika Devita(27) resmi dirilis pada 26 September 2025 oleh label Celebes Music.

Lagu Tilolamu Wa’u to Delomo Wololo sebelumnya juga populer dibawakan oleh penyanyi lokal Gorontalo seperti Laila Musada dan Puput, sehingga versi Devika Devita menambah variasi interpretasi modern atas lagu tradisional tersebut.

#credit foto merupakan lokasi PT. Energi Bone Bolango, di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.