![]() |
| Jahidir |
PADANG PARIAMAN, -- Nagari Salibutan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman terisolasi. Bencana akhir tahun lalu, membuat masyarakat nagari itu kian jauh memutar untuk keluar masuk.
Di Nagari Salibutan Lubuk Alung itu sendiri, Bendungan Lubuak Napa punah dan rusak akibat bencana. Bendungan yang dulunya jadi tempat wisata pemandian alami masyarakat, tidak lagi berfungsi.
Walinagari Salibutan Lubuk Alung, Jahidir menyebutkan, jalan utama ke Salibutan dari Lubuk Alung yang lewat Kayu Gadang, sudah lama ambruknya jembatan itu. Ke Pasie Laweh Lubuk Alung, jalan pun terban akibat bencana akhir tahun lalu. "Jadi, kini satu-satunya jalan keluar masuk Salibutan Lubuk Alung itu, ada di Simpang Apa, Buayan Lubuk Alung, Kecamatan Batang Anai," katanya, Selasa Januari 2026.
Satu lagi jalan utama ke Salibutan, yakni Koto Buruak. Bencana, Jembatan Koto Buruak ambruk. "Lumayan jauh ke Jembatan Buayan. Tapi itu pula satu-satunya yang tinggal untuk penghubung keluar masuk masyarakat Salibutan Lubuk Alung," ungkapnya.
Jahidir menyebutkan, sebelum bencana, ratusan masyarakat Lubuk Alung memanfaatkan Bendungan Lubuak Napa ini. "Tahu sajalah. Kalau orang sudah ramai, ekonomi tumbuh dengan sendirinya. Pedagang kaki lima dan gerobak tumbuh dengan sendirinya," ujar Jahidir.
"Kini, sarana untuk membuat orang datang itu benar yang ambruk. Aliran air sungai mengering, sehingga pariwisata lokal itu mati sendiri," ujar Jahidir.
Menurut Jahidir, pemerintah nagari sudah melaporkan semua bencana itu ke Pemkab Padang Pariaman. "Kita berharap, Bendungan Lubuak Napa itu diperbaiki lagi, bisa pulih seperti sedia kala. Seiring dengan itu, yang utamanya lagi, tentu perbaikan jalan dan jembatan penghubung ke Salibutan ini diperbaiki," ungkapnya. (ad/nd)

