Type Here to Get Search Results !

Gatot Tri Suryanta: Tidak Kenal Hari Libur, Personil Polri Masih Bekerja Membantu Masyarakat Terdampak Bencana

Polri untuk masyarakat, di saat musibah banjir dan pasca banjir membantu masyarakat, memberikan pertolongan dan pemulihan. Gambar atas Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta berada di daerah terdampak banjir, memberikan bantuan berupa sumur bor lengkap dengan pompa dan tanki air, dan bawah anggota Polri Polda Sumbar berikan pertolongan mengeluarkan mobil saat diterjang banjir dan bantuan membersihkan daerah pemukiman terkena banjir. Foto dok Asfar Tanjung.

PADANG, -- Kendatipun masa pasca musibah banjir dan longsor di Sumatera Barat sudah hampir sebulan berlalu, namun penanganan untuk pemulihan dan pembersihan dampak akibat musibah masih belum selesai. Diperkirakan beberapa bulan kedepan masih belum selesai di atasi. Beberapa pendapat yang berkembang, pemulihan daerah bersama warga yang terdampak musibah mungkin diperkirakan bisa mencapai setahun lebih.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta sebagai garda terdepan dalam instansi pemerintah, menerjunkan ratusan bahkan ribuan personilnya ke daerah terdampak banjir terparah. Sampai saat ini masih terus melakukan aktivitas dan kegiatan bersama lapisan masyarakat, dan berbagai pihak, melakukan pemulihan dan pembersihan, termasuk pembagunan sarana dan prasarana yang rusak akibat banjir dan longsor.

Menurut data yang ada, daerah yang terbesar kena dampak musibah banjir dan longsor, adalah Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, Kota Padang, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Padang Panjang dan beberapa daerah lainnya. 

Akibat banjir yang meluluh-lantakan daerah itu, banyak menelan korban jiwa. Sampai hari ini, masih ada korban hilang yang belum ditemukan. Kemudian juga banyak korban harta dan prasarana infrastruktur, seperti rumah, jalan, dan jembatan dan lainnya.

Kapolda Gatot Tri Suryanta menjelaskan dalam suatu wawancara dengan media ini, bahwa untuk penanganan dan pemulihan dampak banjir dan longsor, Polda telah menurunkan personil yang tidak kenal waktu. "Tidak ada istilah hari libur, siang dan malam, secara sadar, ikhlas dengan tenaga fisik, saya ajak rekan-rekan personil polisi di daerah ini membantu masyarakat, memulihkan daerah yang terdampak banjir," katanya.

"Membantu dan melayani masyarakat yang terkena musibah banjir yang terjadi saat ini, termasuk juga tugas polisi, sesuai moto polisi untuk masyarakat, jadi tugas polisi di samping membentuk dan menjaga Kamtibmas, juga membantu dan menolong masyarakat yang terkena musibah," katanya. 

Seperti sekarang ini, katanya, sebagai bukti hal ini sudah dilakukan, hampir seluruh anggota Polri di Sumbar turun tangan memberikan bantuan. Bahkan juga ada anggota Polri di luar Sumbar ikut memberikan bantuan tenaga, bantuan peralatan dan kebutuhan lainnya untuk korban terdampak musibah banjir dan longsor yang sampai sekarang masih berlanjut.

Gatot Tri Suryanta menyebutkan, tercatat ada 10 kegiatan mendasar yang telah dilakukan anggota Polisi di jaran Polda Sumbar, untuk penanganan pemulihan pasca banjir dan longsor.

"Mulai dari pembersihan lahan dan rumah serta bangunan perkembangan penanganan pasca bencana alam pada tanggal 26 Desember 2025. Sampai kini masih berlangsung. Personil Polri yang diturunkan mencapai 2.290 orang. Kegiatan pemulihan dan pembenahan pasca banjir yang dilaksanakan, yakni 1. Melaksanakan kegiatan trauma healing melalui pelayanan dukungan psikososial, pemberian sarana kontak kepada anak- anak dan masyarakat yang terdampak banjir bandang di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

2. Melaksanakan Kegiatan baktikes di delapan posko wilayah terdampak bencana banjir, dengan memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada total 238 masyarakat, dengan berbagai keluhan seperti demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, asam lambung, diare dan hipertensi.

3. Tim Randulap Huntara melaksanakan giat memasak dan mendistribusikan makanan kepada personil dan masyarakat terdampak di Posko Jorong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduring, Kabupaten Padang Pariaman.

4. Kegiatan Tim Water Treatment membagikan air bersih kepada warga terdampak banjir bandang di Posko Koto Alam, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

5. Melanjutkan pembangunan sumur bor oleh tim BKO Polda Jambi di Posko Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

6. Melanjutkan pembangunan Huntara oleh personil Brimob Nusantara (Satbrimob Polda Sumbar, Satbrimob Polda Lampung dan Resimen III Korbrimob Polri), Korpolairud Baharkam Polri yang berlokasi di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kampung Limau Hantu, Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan. - Posko Jerong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman.

7. Melanjutkan pembangunan jembatan oleh personel Brimob Nusantara (Satbrimob Polda Sumbar) yang berlokasi di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok,- Korong Parak Pisang, Nagari Sungai Buluah Barat, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.- Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,- Jorong Sinik Air Malalak Selatan.

8. Melaksanakan kegiatan pembersihan rumah warga dan pencarian korban hilang akibat bencana banjir bandang oleh Brimob Nusantara (Satbrimob Polda Sumbar dan Resimen II Korbrimob Polri) di Sawah Laweh, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

9. Membersihkan Masjid Raya Kubu oleh personil Satbrimob Polda Sumbar di Jorong Nagari Labuah, Sungai Batang, Kabupaten Agam.

10. Melaksanakan kegiatan pendistribusian toren/penampung air bersih kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kampuang Tangah dan Koto Alam, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

"Kegiatan pemulihan daerah terkena dampak pasca banjir masih berlangsung sampai saat ini oleh anggota Polri bersama masyarakat, termasuk juga pencarian jenazah yang dinyatakan hilang," ujarnya. 

Sebab, katanya, kemungkinan masih ada yang tertimbun longsor akibat arus banjir, kemudian juga pembangunan Huntara bagi warga yang kehilangan rumah serta pembangunan sumur bor untuk air bersih warga.

"Diperkirakan 100 sumur bor, akan dibangun 17 buah sumur di beberapa titik. Sudah diserahkan Huntara di Padang Pariaman yang terkena dampak banjir dan longsor, seperti di Asam Pulau, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam yang diserahkan Kapolda Sumbar pada masyarakat sekitar yang sangat membutuhkan". 

Laporan: Asfar Tanjung

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.