Type Here to Get Search Results !

Dedi Prasetyo Lepas Bantuan Polri untuk Masyarakat Korban Banjir dan Longsor Sumatera Barat

Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Minggu (28/23) siang mengunjungi daerah terdampak banjir di Sumbar. Gambar atas Wakapolri didampingi Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr Gatot Tri Suryanta melepas secara resmi bantuan Polri peduli untuk diserahkan pada masyarakat terdampak, dan Wakapolri meresmikan pemakaian sumur bor, mencek tanki air yang diserahkan pada masyarakat di Asam Pulau. Gambar bawah kegiatan trauma healing dan Wakapolri melihat dapur umum masak rendang untuk dibagikan pada masyarakat terdampak banjir, dimasak oleh Bhayangkari Peduli di Asam Pulau. Foto Asfar Tanjung.

PADANG, -- Polri untuk masyarakat saat musibah banjir melanda Sumatera Barat, sangat dirasakan peran dan kepeduliannya. Sejak terjadinya musibah banjir, sampai pasca musibah sebulan berlalu, sangat banyak Polri memberikan bantuan, baik tenaga fisik, makanan, pakaian, kebutuhan harian, peralatan, kebutuhan makanan dan sarana prasarana lainnya.

Minggu 28 Desember 2025, Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M, sengaja datang ke Sumbar, melihat langsung daerah yang terkena dampak musibah banjir. Salah satu daerah yang dikunjunginya Kabupaten Padang Pariaman.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta menjelaskan, dalam kunjungan ke Sumbar Wakapolri juga memberikan bantuan untuk musibah banjir. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan tokoh masyarakat, perwakilan sekolah. Bantuan untuk masjid diterima juga oleh perwakilan pengurus.

"Juga diserahkan secara simbolis, pelepasan bantuan Sembako, alat berat, dump truck, sumur bor, tandon air, peralatan kurvey, pakaian dan perlengkapan sekolah serta bantuan pelayanan lainnya dari Polri untuk masyarakat," katanya.

Jenis bantuan yang yang diserahkan Wakapolri secara simbolis, yang nantinya diteruskan kepada masyarakat di daerah yang terdampak musibah banjir itu, beras 25 ton, gula 500 Kg, minyak 600 liter, biskuit 700 pack. 

Selanjutnya, selimut 400 helai, sarden 500 kaleng, teh 100 kotak, pembalut 300 pack, pampers 100 pack, sarung 100 helai, handuk 200 helai, mie instan 150 dus, air mineral 100 dus, ember 94 pcs, gayung 94 pcs, baskom/panci besar 100 buah.

Tas dan alat tulis 100 set, seragam SD 100, seragam SMP 100, goodybag anak 100 paket, goodybag trauma healing 100 paket, tandon air 20 unit, alat berat 11 unit, cangkul 200, sekop 100, gerobak dorong 100, dump truk 10. Tujuh tangki air, lima ambulance dokkes berisi tenaga medis.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis tersebut, diangkut langsung ke tempat terdampak banjir dengan menggunakan rangkaian kendaraan pengangkut bantuan, dengan sepeda motor 100 unit, mobil bok 5 unit, truk dalmas 1 unit, mobil toren 3 unit, mobil randurlap 1 unit, mobil ambulance 5 unit, mobil L 300 4 unit, mobil PLN 5 unit, dump truck 9 unit, mobil tangki air 6 Unit, mobil trado alat berat 3 unit.

Dalam kunjungan Wakapolri tersebut, dilakukan trauma healing, memasak rendang, makan bersama warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Posko Trauma Healing Mushola Al-Fathah, Kabupaten Padang Pariaman. 

Selain itu, Wakapolri yang didampingi Kapolda Gatot Tri Suryanta dan disaksikan tokoh dan pemuka masyarakat, melakukan peresmian bantuan sumur bor dan penampungan air di Huntara Posko Jerong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman yang ditandai dengan penekanan tombol, dilanjutkan dengan melihat toren air dan air bersih, peninjauan sumur bor dan peninjauan pembangunan Huntara.

Kapolda Gatot Tri Suryanta menjelaskan, sampai sekarang masyarakat mengharapkan bantuan, baik itu berupa tenaga pembersihan lahan dan pemukiman yang terkena banjir, maupun bantuan pangan, kebutuhan harian, kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana serta infrastruktur berupa bangunan rumah, jalan, jembatan dan kebutuhan lainnya yang rusak.

"Polri untuk masyarakat, di daerah ini tetap berusaha memberikan bantuan bersama kelompok lainnya. Masyarakat setempat tetap melakukan aksi bersama, meringankan beban dan penderitaan pasca musibah banjir yang telah menelan banyak korban jiwa dan harta benda," katanya.

Katanya, bagi anggota Polri yang bertugas di lapangan, membantu masyarakat pasca banjir, tidak mengenal istilah hari libur, jam kerja, siang dan malam melakukan aksi sosial, membantu masyarakat secara ikhlas tanpa pamrih, didorong dengan semangat kerja sama membantu masyarakat.

Laporan: Asfar Tanjung

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.