Type Here to Get Search Results !

KH Akhmad Khambali: Pemimpin Harus Santun dan Tepat Memilih Kosa Kata

Pengasuh Majlis Sholawat Ahlul Kirom, KH. Akhmad Khambali, SE, MM, mengingatkan bahwa seorang pemimpin, baik pejabat publik maupun anggota legislatif, tidak hanya diukur dari kebijakan dan keputusan yang diambilnya, tetapi juga dari cara ia menyampaikan gagasan, kritik, dan pandangan di ruang publik.

Menurutnya, bahasa yang dipilih pemimpin atau anggota legislatif mencerminkan kualitas kepemimpinan, kematangan emosional, serta penghormatan kepada masyarakat yang diwakilinya. Karena itu, bersikap santun dan memilih kosa kata yang tepat dalam berbicara merupakan sebuah keharusan, bukan sekadar anjuran.

“Ucapan pemimpin atau anggota legislatif memiliki daya pengaruh yang luas. Pernyataan yang disampaikan pejabat atau anggota DPR tidak hanya menjadi konsumsi media, tetapi juga menjadi rujukan publik dalam menilai kredibilitas institusi," ungkap Kyai Khambali yang juga Ketua Umum Gema Santri Nusa, Jumat (29/8/2025).

"Kata-kata yang kasar, menyinggung, arogan, atau tidak terukur dapat menurunkan wibawa lembaga negara dan berpotensi memicu konflik sosial. Sebaliknya, tutur kata santun akan memperkuat kepercayaan rakyat kepada pemerintah maupun parlemen,” jelas Kyai Khambali yang juga pengurus MUI Pusat Bidang Penanggulangan Ekstrimisme Terorisme.

Ia menegaskan, bahwa pemimpin atau anggota DPR adalah teladan. Masyarakat menaruh harapan besar kepada mereka untuk menunjukkan sikap yang dewasa dan arif dalam menyelesaikan perbedaan. 

“Keteladanan itu tidak hanya diwujudkan melalui tindakan, tetapi juga melalui komunikasi yang penuh etika. Pemimpin yang mampu mengendalikan emosi dan berbicara dengan bahasa yang sejuk akan menumbuhkan budaya dialog yang sehat dalam demokrasi,” tambah Kyai Khambali yang juga Pengasuh Ponpes Wirausaha Ahlul Kirom.

Kyai Khambali juga menilai, bahwa kosa kata yang tepat mencerminkan kecerdasan. Pemilihan kata yang baik bukan hanya soal kesopanan, tetapi juga soal kejelasan dan efektivitas komunikasi. 

“Kata-kata yang dirangkai dengan cermat dapat menjelaskan substansi masalah, menyampaikan kritik dengan elegan, serta menawarkan solusi dengan tegas namun tetap menghargai pihak lain,” ungkap Kyai Khambali yang juga Ketua Forum Kyai Tahlil.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, lanjutnya, masyarakat sangat membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga suasana kondusif melalui tutur kata yang santun. 

Terlebih di era digital saat ini, setiap ucapan pejabat publik atau DPR dengan cepat tersebar ke seluruh lapisan masyarakat. Sedikit saja kesalahan dalam memilih kata bisa menimbulkan polemik panjang.

Oleh karena itu, pejabat dan anggota DPR harus menyadari bahwa tutur kata mereka adalah cermin moral dan intelektual bangsa. 

"Dengan berbicara santun, memilih kosa kata yang tepat, serta mengedepankan etika, pemimpin atau anggota DPR tidak hanya menjaga martabat pribadi dan institusinya, tetapi juga menumbuhkan budaya politik yang sehat, beradab, dan bermartabat,” pungkas Kyai Khambali yang juga sang motivator.

Ia berharap, jangan lagi pejabat atau anggota DPR membentur-benturkan antara anak bangsa dengan aparat keamanan, khususnya Kepolisian. Polisi juga bagian dari anak bangsa, sama dengan anak bangsa lainnya. "Mari jadikan diri kita keteladanan bagi bangsa, demi Indonesia berdaulat, Indonesia sejahtera menuju Indonesia emas 2045," tutup Kyai Khambali.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.