Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pilkada Padang Pariaman, Elektabilitas Pimpinan Partai Lebih Tinggi dari Perantau

Calon Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis sedang turun ke lapangan bersama BNPB. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Ada sejumlah nama yang hampir dipastikan ikut jadi peserta di Pilkada serentak 27 November 2024 di Kabupaten Padang Pariaman.

Meskipun partai di daerah ini masih ada yang buka pendaftaran bakal calon bupati/wakil bupati, tapi itu tidak akan menambah nama yang akan maju jadi bupati.

Hanya yang berebut untuk jadi wakil bupati yang paling banyak. Untuk calon bupati paling banyak hanya empat nama.

Mulai dari Suhatri Bur, Bupati Padang Pariaman sendiri, Ketua DPD PAN. Dia juga disebut calon petahana. Lazim di daerah ini, petahana adalah calon terberat untuk dikalahkan.

Lalu, John Kenedy Azis. Anggota Komisi VIII DPR RI. Dua periode di wakil rakyat, putra Sungai Geringging, komitmen dengan Golkar.

Pasca pendaftaran dan menyatakan maju jadi calon bupati, John Kenedy Azis bersama Golkar menyatukan tujuh partai.

Setidaknya, komunikasi dengan partai besar di daerah ini, menunjukkan bahwa dia serius maju dalam Pilkada serentak itu.

Kemudian muncul pula nama Kolonel Adrian Adek. Tentara aktif ini pun sudah mendaftar di sejumlah partai politik.

Ketua Umum IKKALA ini sedang digadang-gadang untuk memimpin Padang Pariaman. Putra Lubuk Alung, nagari yang terkenal dengan panasnya ini, posisi Adrian Adek sangat strategis.

Setelah itu muncul dan juga mendaftar di sejumlah partai politik, John Kenedi Martin. Politisi senior yang hobi berolahraga ini, tak ada yang tidak kenal dengannya.

Pernah jadi Caleg DPR RI dari PKB, jadi kepala desa, dan sempat jadi Ketua DPD Golkar tandingan di Padang Pariaman.

Satu konsep John Kenedi Martin, membangun Padang Pariaman dengan tekhnologi.

Partai politik di daerah yang berfungsi sebagai administrasi, setidaknya manuver ketua partai ikut mempengaruhi jalannya calon bupati yang akan maju.

Manuver setidaknya meninggikan nilai tawar, serta kajian kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di Pilkada itu sendiri.

Muncullah nama Ketua DPC Partai Gerindra Happy Neldy, Ketua DPC Partai Demokrat Januar Bakri, Sekretaris NasDem Munafestoni.

Kenapa! Tiga pimpinan partai ini berbasis di Dapil II Padang Pariaman. Meskipun ketiga tokoh partai ini terbilang gagal dalam Pileg Februari lalu, untuk Pilkada nama dan elektabilitasnya belum terkalahkan oleh sejumlah perantau yang berencana pulang kampung.

Baik Happy Neldy, Januar Bakri dan Munafestoni, adalah tokoh yang strategis. Bisa dipasangkan dengan tiga tokoh kandidat bupati; Suhatri Bur, John Kenedy Azis dan John Kenedi Martin.

Tiga nama pimpinan partai politik ini, tengah "dihadang" oleh Yosdianto. Tokoh rantau yang fokus di dunia pendidikan, sedang digadang-gadang akan merapat ke Suhatri Bur.

Malah ramai di pojok sana disebutkan, Yosdianto diminta langsung oleh Suhatri Bur untuk wakilnya periode 2024-2029.

Tak kalah serunya, muncul pula dari rantau asal Patamuan yang terbilang sekampung dengan Yosdianto, adalah Hendrawarman. Terkenal sebagai pengacara di Jakarta, sepertinya dia tengah memepet John Kenedy Azis.

Ya, kalau Yosdianto sedang disebut-sebut ingin berpasangan dengan Suhatri Bur, Hendrawarman lebih memilih jadi wakil John Kenedy Azis.

Tapi perlu Patamuan mawas diri. Dibalik dua nama perantau yang tengah pulang ini, sepertinya suara arus bawah lebih menginginkan Bujang Pendawa.

Sekretaris DPD Golkar ini punya pengalaman politik di daerah, dan punya suara dan dukungan yang signifikan dalam Pemilu kemarin.

Apakah Suhatri Bur mau mengambil Bujang Pendawa untuk wakilnya? Hitungan politik yang terus bergerak cepat, sepertinya "benturan" tersendiri nantinya di tubuh Golkar itu sendiri.

Kemudian nama Muhammad Fadhil dan Idarussalam Tuanku Sutan, pun tak kalah serunya untuk terus berpacu, dan ikut bersaing untuk wakil bupati.

Nama Muhammad Fadhil, anak bungsu mendiang Bupati Ali Mukhni ini sedang viral di tengah masyarakat. Anak muda yang bergerak cepat, dan dia pun berpeluang untuk digandengkan dengan dua calon kuat, Suhatri Bur dan John Kenedy Azis.

Tetapi, sejumlah calon dari kalangan birokrat, juga tengah ikut berpacu. Di samping nama Rahmang, Wakil Bupati Padang Pariaman yang kini nasibnya masih di awang-awang, juga mencogok nama Aspinuddin.

Rahmang dan Aspinuddin pun selangkah telah masuk mengincar posisi wakil bupati ini, dengan mendaftar di sejumlah partai politik.

Beda dengan nama birokrat lain yang namanya sempat disebut, tetapi belum mampir ke partai politik, yakni Zahirman, Dr. Hendri Satria.

Zahirman dan Hendri Satria ini sepertinya sama dengan seorang tokoh semi birokrat, Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman yang juga tidak atau belum mendaftar di partai politik.

Namun, untuk posisi wakil bupati, tentu tidak pula mesti mendaftar di partai yang sedang buka pendaftaran. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies