Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Direktur IPDN Sumbar Sambangi RDEE Sumbar, Bersama Tanggulangi Sampah

Padang, Sigi24.com--Hampir setiap daerah  kota dan kabupaten di Indonesia isu penanggulangan sampah masih berada di rangking atas, termasuk di kabupaten kota di Sumatra Barat dan sampai saat ini belum ada metode yang tepat dan sarana yang memadai untuk berbagai macam sampah yang setiap hari terus menumpuk, tambah lagi masih banyaknya masyarakat kita membuang sampah di sembarang tempat.

Kota Padang, ibu kota Provinsi Sumatera Barat, berpenduduk 982.884 jiwa per tahun 2021, studi lapangan yang dilakukan menunjukkan bahwa timbunan sampah di kota tersebut mencapai 660.50 ton/hari sedangkan volume sampah yang dibuang di Tempat Pemrosesan Akhir (dalam Bahasa Indonesia disebut Tempat Pembuangan Akhir/TPA) Aia Dingin pada tahun 2021 sebesar 478 ton/hari, atau 72.4% dari total sampah yang ditimbulkan. Hanya 7.0% yang didaur ulang; 0.4% dikomposkan; dan 20.2% sisanya dibakar, dibuang, atau bocor ke lingkungan.

Contoh kedua Kota Pariaman yang masih tergolong kota kecil data th 2022 sampahnya setiap hari 65 ton lebih/hari dan 70% adalah sampah basah, jadi hampir semua daerah di Sumbar pengendalian sampah masih membutuhkan pemikiran dan tindakan tepat dari semua pihak dan bagaimana pengolahan sampah itu bisa memberikan manfa'at dan merubahnya menjadi sumber pendapatan.

Kepedulian terhadap pengolahan sampah tersebut disambut baik oleh Direktur IPDN Dr. Tun Huseno, SE, M.Si, bersama 2 orang stafnya Pak Hendri dan buk Mujahidah sengaja datang ke Kota Padang dari Kabupaten Agam dan bertemu dengan Tim Relawan Dunia Eco Enzim (RDEE) bertempat di Kampus UNP Padang Rabu (24/04/2024).

Pada pertemuan tersebut Direktur IPDN ini minta kepada tim RDEE Sumbar agar bisa memberikan ilmu dan prakteknya kepada Praja di IPDN agar para praja saat Praktek Lapangan (PL) juni sudah di bekali dengan hal positif seperti yang telah di lakukan oleh RDEE selama ini. Jelas Pak Tun.

Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Ketum RDEE Sumbar Ir. Durain P.ST MP. IPM, Sekretaris Ana Susanti Yusman, Ketua harian Win Bakhtiar Nur, Bendahara Liesma Siregar dan Ketua RDEE Pariaman Ali Nurdin. Dalam pertemuan singkat itu ketum RDEE Sumbar menjelaskan kami bersyukur bisa bertemu kita disini dalam bingkai rasa yang sama, semangat dan dalam pengolahan sampah yang mampu menjadi barang yang bermanfa'at dan nilai jual yang bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kedepaUntuk mengurangi sampah yang terus menumpuk pada setiap daerah khususnya di Sumatra Barat ini agaknya perlu di perkuat sinergi antara seluruh elemen yang ada, pemerintah, perguruan tinggi, sekolah serta lembaga masyarakat yang bisa mengerakan masyarakat untuk bekerja bersama di lapangan bukan hanya sebagai wacana ibaratnya hidupkan suluh di luar bukan dalam ruangan.

Direktur IPDN juga minta kepada Tim RDEE Sumbar agar bisa menginformasikan apa yang harus disiapkan di IPDN pada sosialisasi dan praktek pembuatan ECO ENZIM kepada praja nantinya di kampus serta kebutuhan lainnya untuk kelancaran acara tersebut, jelas yang akrab disapa Pak Tun ini.

Disamping pembuatan ECO ENZIM Direktur ini juga minta agar juga diajarkan perakitan kompor ramah lingkungan dan lebih hemat dari kompor gas dengan nyala apinya tidak kalah malah lebih dari kompor gas. Adapun bahannya berasal dari limbah dan bahan bakarnya pun menggunakan limbah jadi sangat hemat dan ekonomis. 

Rakitan kompor yang berasal dari kreativitas Ketum RDEE Sumbar Ir. Durain ini sudah banyak di lirik oleh UMKM dan sudah di pakai beberapa pondok pesantren dan hotel di Kota Padang. 

Pak Tun, Direktur IPDN ini berharap kepada praja yang tidak lama lagi akan PL ditengah masyarakat dapat di bekali dengan ilmu dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang berguna dan berharga ini dapat di kembangkan di tengah-tengah masyarakat di daerah penempatan PL nya nanti dan jangka panjang sangat berguna bagi praja ini, karena mereka akan menjadi pemimpin di berbagai lini di pemerintahan kedepannya, harap Pak Tun. 

Kemudian Pak Tun, Direktur IPDN ini juga akan ikut menularkan program RDEE beserta turunannya kepada masyarakat Agam dan dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan Bupati Agam agar sosialisasi pengendalian sampah dengan sistim ramah lingkungan ini bisa menjadi program kedepan dengan harapan kabupaten Agam kedepan bisa terbebas dari sampah, sesuai semboyan RDEE "Hidup Sehat, di bumi yang sehat bersama Eco Enzim," tutup Pak Tun. ( nd/red )

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies