Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Keistimewaan Raudhah di Madinah, tak Bisa Diungkapkan

Jemaah Majlis Zikir dan Sholawat Al-Wasilah yang berangkat dengan Malika Wisata Utama foto bersama sepulang dari Raudhah. (ist)

Madinah, Sigi24.com--Masih seputar Madinah. Kota nabi dan pengembangan peradaban Islam yang toleran, berhasil diletakkan di kota ini oleh Nabi Muhammad Saw.

Kurang lengkap dan sempurna rasanya, bila jemaah haji dan umrah tidak datang dan mendatangi Madinah.

Banyak hadist nabi menyebutkan keistimewaan kota ini. Islam lebih cepat dan mudah diterima oleh masyarakat Madinah ketimbang Mekkah.

Tak heran, dalam perjalanan haji dan umrah jutaan umat muslim tiap tahunnya, banyak yang memilih Madinah dulu, baru setelahnya Mekkah.

Padahal, semua rukun dan wajib haji serta umrah, ritualnya ada di Mekkah. Tak satu pun rukun haji dan umrah ada di Madinah.

Tetapi magnet Madinah amat sangat luar biasa. Spirit Islam rahmatan lil alamin, di mulai di Madinah ini. Di kota ini nabi diterima dengan sambutan meriah.

Tak ada intimidasi dan tekanan fisik serta tekanan batin yang diterima nabi selama di Madinah.

Inilah yang disebut dibalik kesusahan, ada kenikmatan. Dibalik intimidasi dan kekerasan, ada toleransi. Toleransi sebagai sesama umat Islam maupun toleransi antar agama.

Masjid Nabawi yang juga disebut sebagai masjid nabi, adalah masjid yang dibangun dengan arsitektur Islam.

Masjidnya indah dan rancak. Beribadah di dalam dapat bonus pahala yang luar biasa dahsyatnya.

Halamannya yang luas dipayungi dengan payung otomatis dan canggih, membuat jemaah betah dan nyaman di Madinah.

Nabi menyebutkan, bahwa satu kali shalat di Masjid Nabawi sama nilainya dengan shalat 1.000 kali di masjid lain, selain di Masjidil Haram Mekkah.

Jemaah umrah PT Malika Wisata Utama bersama pembimbing Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro, berangkat Rabu 20 Desember 2023, lebih memilih tujuan Madinah.

Sesuai skedul, 36 jemaah yang tergabung dalam Majlis Zikir dan Sholawat Al-Wasilah Sumbar, pimpinan Buya Mashendri Malin Sulaiman ini berada lima hari di kota sejuk tersebut.

Sehari setelah sampai di Madinah, Buya Bustanul Arifin Khatib Bandaro langsung memandu jemaah ke Raudhah.

Dikutib dari detik.com, Raudhah adalah sebuah tempat yang berada dalam Masjid Nabawi di Madinah. Tepatnya berada di antara rumah yang kini jadi makam Rasulullah SAW dengan mimbar yang beliau gunakan untuk berdakwah. Luasnya kurang lebih 330 meter persegi.

Tempat yang terletak di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu di antara taman-taman surga. Begitu sebuah hadist menjelaskan soal Raudhah ini.

Raudhah adalah tempat yang mulia dan istimewa. Sebab di sinilah sekitar 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beribadah, sholat, menerima wahyu, berdakwah dan juga tempat sholat para sahabat.

Saking menarik dan bernilai tinggi ibadah di Raudhah ini, para jemaah tidak bisa berlama-lama di situ. Ada antrian panjang menanti untuk beribadah pula di tempat yang sangat istimewa itu.

Banyak yang berdoa, berzikir, ziarah, i'tikaf di tempat itu tiap waktu. Kenapa! Setiap manusia punya problem tersendiri, punya kisah dan cerita hidup sendiri, dan tidak sama antara kisah yang satu dengan yang lainnya, yang mesti ditumpahkan di Raudhah.

Mengadukan nasib yang kurang beruntung. Pun beribadah dalam bentuk syukur atas nikmat dan anugrah Tuhan yang kita terima selama ini, menjadi pilihan tersendiri di Raudhah.

Berdoa dan beribadah adalah anjuran dan perintah agama (Islam). Beragamnya umat dan jemaah yang datang ke Madinah setiap harinya, pun cara beribadahnya berbeda pula.

Beragam, berbeda tapi tujuannya sama, mengharap ridho Allah SWT. Makanya pondasi toleransi ini berhasil diletakkan oleh nabi dulunya, untuk masa depan yang panjang.

Tapi yang jelas, semua cara itu didengar dan diterima oleh Allah SWT. Karena Tuhan maha segala-galanya.

Keistimewaan jemaah Malika Wisata Utama ini memberangkatkan jemaah haji dan umrah bersama tuankunya. Ya, setiap rombongan paling tidak ada seorang buya yang mendampingi.

Sehingga buya utusan pendamping Malika Wisata Utama bisa memantapkan ibadah jemaah. Sebab, mayoritas jemaah berasal dari orang biasa, yang butuh dampingan dengan sempurna.

Menurut Zuhairi Misrawi yang dikutipnya dalam sebuah hadist nabi, barang siapa yang dapat panggilan haji dan umrah, maka aku, kata nabi, pun memanggilnya.

Ziarah ke Madinah, mengunjungi makam Nabi Muhammad Saw, adalah nilai spritual tersendiri yang tidak bisa diukir dan diungkapkan dengan kata-kata.

Pengayaan batin yang luar biasa dari sprit Nabi Muhammad Saw, seorang nabi akhir zaman, menegakkan Islam penuh dengan perjuangan.

Dulu, rumah nabi yang sekarang makamnya terpisah dari Masjid Nabawi. Sekarang, semuanya berada di komplek Masjid Nabawi.

Masjid hebat, bernilai tinggi bila beribadah di situ. Rasanya amat rugi besar jemaah, bila tidak mengisi semua waktunya di Madinah dengan ibadah di masjid ini.

Ada yang menangis, tentu ada pula yang gembira saat menikmati ibadah di Raudhah. Tergantung spritual seseorang.

Bila pergolakan batin seorang jemaah meresapi perjuangan nabi, maka ma'rifatnya menembus ruang dan waktu. Pintu langit terbuka, doa, zikir dan curhatannya didengar dan sampai pada Allah SWT.

Keunggulan Majlis Zikir dan Sholawat Al-Wasilah adalah nyambung dengan kajian tasawuf dan tariqat Syattariyah, yang guru Syekh Abdul Rauf, pembawa Syattariyah di Minangkabau lewat Syekh Burhanuddin Ulakan, adalah Syekh Ahmadul Qusasi di Madinah itu.

Jalan zikir dan shalawat yang pas, ada momennya, ada waktunya. Sesaat setelah jemaah naik pesawat, pemikiran jemaah diminta untuk melupakan semua yang ditinggalkan.

Sampai selesai rangkaian umrah dan haji, biarkan yang tinggal urusan Tuhan. Suami jangan diingat istrinya di rumah. Begitu pula sebaliknya. Fokus pada ibadah, ibadah serta kewajiban haji dan umrah.

Di Madinah ini jemaah akan merasakan dan menikmati kebesaran dan keagungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Nabi Muhammad Saw bersama sahabatnya hijrahnya dari Mekkah ke Madinah dengan jalan kaki. Ratusan kilometer, hujan panas, siang malam, jalanan sepi ditempuh, ancaman binatang buas dan musuh dilalui, tapi kuasa Allah SWT, semuanya dilewati oleh nabi dengan selamat.

Di sinilah umat dan jemaah meneteskan air mata. Air mata haru, terkenang akan perjuangan nabi untuk umat dan Islam begitu tinggi, saat ziarah di makamnya dan Raudhah.

Bagi Nabi Muhammad Saw, kepentingan dan keutamaan umatnya di atas segala-galanya.

Pun di akhirat kelak, yang pertama dipertanyakan nabi pada Tuhan adalah umatnya. Nabi tidak menanyakan dimana istri-istri dan keluarga dia.

Subhanallah. Mari kita perbanyak bershalawat, berdoa untuk Nabi Muhammad Saw, nabi akhir zaman, panutan seluruh umat, dan rahmat bagi seluruh alam. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies