Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kekerasan pada Perempuan dan Anak Harus Serius Ditangani

Foto bersama usai Bimtek. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--- Diprakarsai Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berikan bimbingan teknis manajemen kasus bagi lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan dan anak.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur pada Kamis (23/11), bertempat di Hall Kantor Bupati di Kawasan IKK Parit Malintang Kecamatan Enam Lingkung.

Menghadirkan narasumber Kepala UPTD PPA Dinas P3AP2KB Sumatera Barat Paryono, Plt. Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman Iptu Deni Kurniawan, dan Kepala Dinsos P3A Sumarni. Diikuti oleh unsur LKAAM, MUI, Bundo Kanduang, Camat, Kapolsek, TKSK Kecamatan, walinagari, Kepala Puskesmas dan lembaga penyedia layanan perlindungan terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Suhatri Bur ungkap data kasus kekerasan yang terjadi pada tahun 2022 di Kabupaten Padang Pariaman. 

Sebutnya, terdapat 57 kasus, 24 kasus diantaranya yang menjadi korban adalah perempuan dan anak.

Dalam hal ini, dia menghimbau keluarga sebagai madrasah pertama kemudian masyarakat dan lembaga pendidikan, lembaga masyarakat, serta lembaga pemerintahan hingga ke tingkat nagari. Agar dapat memainkan peran masing-masing dalam upaya pencegahan terjadinya kekerasan ini. 

"Kekerasan pada perempuan dan anak merupakan hal yang harus kita tangani secara serius dan memerlukan kerja sama yang baik dari semua pihak," himbaunya. 

Ditambahkan, harapanya melalui camat dan walinagari, dapat ditanamkan nilai-nilai karakter serta kasih sayang dalam keluarga. 

Menurutnya, diawali dengan upaya ini, dapat dilakukan upaya pencegahan dan menghindari praktek-praktek kekerasan dalam rumah tangga tersebut. 

Di samping itu, katanya, penguatan lembaga layanan pencegahan dan penanganan kasus dari semua jajaran juga harus diterapkan secara konsisten.

"Saya harapkan unit layanan ini dapat bekerja secara maksimal dalam memberikan pendampingan dan penanganan dalam setiap penyelesaian kasus kekerasan," tegas Suhatri Bur yang juga selaku narasumber dalam kegiatan tersebut. 

Lebih lanjut, harapnya, kepada peserta Bimtek, agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Semoga akan dapat menambah wawasan dalam pendampingan kasus, sehingga kasus-kasus tersebut tidak berlanjut dan akibat yang dirasakan oleh korban bisa kita minimalisir.

Sementara Kepala Dinsos P3A Sumarni menyampaikan, Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Kasus pada Organisasi Perangkat Daerah dan Lembaga/unit layanan terkait. 

"Semoga semua kasus kekerasan itu dapat dijangkau, ditelurusi, diselesaikan dengan baik. Untuk itu diharapkan kerjasama kepada semua pihak yang terkait untuk menyatupadukan upaya dan gerakan bersama dalam upaya menuntaskan berbagai kasus yang terjadi," lapornya singkat. 

Tampak juga hadir Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Padang Pariaman Fakhriati, Direktur RSUD Padang Pariaman Jasneli. (mh/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies