Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ketika Wartawan Jadi Anggota Dewan, Naluri Kritisnya Tambah Hebat

Dewiwarman dan Syamsul Bachri foto bersama usai mengisi Podcast Padang Pariaman bicara. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Dari jurnalis ke legislatif, menjadi pembahasan yang hangat, santai, berisi dan patut untuk diperdalam lagi.

Adalah Dewiwarman. Anggota DPRD Padang Pariaman dari PPP yang sudah dua periode dan akan masuk tiga kali jadi wakil rakyat, yang masih berjiwa jurnalis.

Dia membahas judul dialog itu bersama Syamsul Bachri, wartawan yang saat ini mencaleg di Dapil IV Padang Pariaman dari PDI Perjuangan.

Pembahasan dari jurnalis ke legislatif ini diadakan MCS di Pauh Kambar, dalam program Podcast Padang Pariaman bicara, Sabtu 9 September 2023 petang.

Jurnalis atau wartawan, kata Dewiwarman, masih termasuk pilar keempat demokrasi bangsa dan negara ini.

"Saya berprofesi jadi wartawan itu sejak 1984. Hidup berkeluarga dari profesi ini, berpendidikan S-2, dan semua anak pun sudah ada S-2 dan sebagian menjelang," kata anggota dewan dari Dapil III Padang Pariaman, yang meliputi Kecamatan Sungai Limau, Batang Gasan, IV Koto Aur Malintang dan Sungai Geringging ini.

Dewiwarman yang tesisnya menguluti masalah undang-undang pokok pers dengan benturan KUHP ini, bicara panjang lebar soal dinamika di dunia wartawan dan wakil rakyat itu sendiri.

Lama dan matang di jurnalis ini, Dewiwarman terkenal vokal dan sering bersuara lantang di DPRD Padang Pariaman. Sebab, pengawasan yang dilakukannya terhadap pemerintah saat jadi wartawan aktif, bertambah kuat ketika menjadi anggota dewan.

Anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman ini ingin, lembaga wakil rakyat daerah ini banyak diisi oleh anggota dewan yang bersuara keras, lantang, berjiwa wartawan.

Sebab, suara keras dan lantang yang dimainkannya di dewan, kurang dapat dukungan dari kawan anggota dewan lain, sehingga suara itu tak direspon.

Di sisi lain, sebut Ketua Harian Pramuka Padang Pariaman ini, wartawan dan jurnalis harus bersatu, bersama dalam menjalankan tugas dan profesinya di tengah masyarakat.

"Kalau wartawan tak bersatu, tunggu sajalah untuk dibenturkan oleh kelompok lain, yang pada akhirnya menghilangkan fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi bangsa ini," ujar dia.

Bagi Dewiwarman, hidup dan kehidupan yang dijalaninya, bagaikan air mengalir. Ketika di suatu kelokan lekukan aliran sungai itu ada benturan, air pun terus menghantam dan menembus benturan tebing itu, sampai pada titik akhir air terus ke muara.

"Artinya, ketika sesuatu yang terjadi dari kebijakan pemerintah itu bertentangan, kita harus melawan dan bersuara lantang. Dan ketika ada yang sesuai, pun apresiasi juga boleh kita berikan," katanya.

Yang jelas, kata dia, dimana pun nanti, baik terus di dewan atau jadi bupati dan wakil bupati, nilai perjuangan wartawan tak boleh hilang dan ciut.

"Contoh, ketika kita beralih dari anggota dewan ke eksekutif atau jadi ke kepala daerah, akan lebih maksimal lagi nilai wartawan ini," kata Dewiwarman.

Ada suatu pemberitaan kontrol sosial terhadap suatu instansi, Dewiwarman langsung panggil itu pejabat, lalu minta tanggungjawabnya terhadap hal itu.

"Ya, penyelesaiannya seperti apa, dan hasilnya bagaimana, harus dijelaskan oleh pejabat terkait," kata dia, saat menanggapi banyaknya suara yang menyebutkan Dewiwarman akan jadi bupati atau wakil bupati besok ini di Padang Pariaman.

Syamsul Bachri menilai, wartawan bukan sekedar pewarta yang setiap saat menyuarakan dan menyiarkan berita.

"Lebih dari itu, ketimpangan yang terjadi, pengentasan kemiskinan yang tidak merata, sepertinya butuh wartawan yang bersuara keras di lembaga wakil rakyat," kata Caleg PDI Perjuangan di Dapil IV Padang Pariaman ini.

Semangat itulah yang membuat Syamsul Bachri mencaleg saat ini. Dan ikut Caleg di partai besar yang kurang dapat sambutan di daerah ini, menjadikan putra kelahiran Sikucua Barat ini ingin maju lebih maksimal. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies