Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Satu dari Tujuh Tokoh Piaman Jadi Anggota DPRD Sumbar, Yohanes Wempi Masuk dalam Perhitungan

Bagian dari alat peraga kampanye Yohanes Wempi. (ist)

Pariaman, Sigi24.com--Luar biasa. Ini kesan banyak orang ketika melihat sebuah baliho besar Yohanes Wempi terpampang di pinggir jalan negara.

Ya, kesan baik dan bagus. Yohanes tampil sebagai Caleg DPRD Sumatera Barat dari PKS, berangkat dari Dapil II, Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Kenapa berkesan? Mantan anggota DPRD Padang Pariaman yang pernah jadi Ketua Umum DPD PKS daerah ini, menyatakan 100 persen gajinya untuk anak yatim dan fakir miskin.

Ya, tentu gaji jika pria kelahiran Pakandangan 21 Juni 1979 ini terpilih jadi anggota dewan terhormat.

Ini sebuah keberanian yang amat sangat luar biasa dipandang masyarakat. Bagi Yohanes Wempi sendiri, hal itu tak masalah, karena itulah cerminan seorang pemimpin di tengah masyarakat.

Yohanes Wempi terkenal sebagai anak muda progresif. Berjuang lewat berbagai usaha dan aktivis. Mampu mengkolaborasikan dirinya sebagai aktivis di tengah persaingan dunia usaha.

Sebagai aktivis, dia terbilang pintar dan hebat. Banyak persoalan kesenjangan sosial di tengah masyarakat, tak pernah luput dari kritikannya. Ya, kritik membangun. Ada solusi dibalik kritik lisan dan tulisan yang disebarkannya.

Demikian itu terjadi, karena modal sosial Yohanes Wempi masuk ke dunia politik cukup banyak dan memadai.

Dia aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) dan organisasi lainnya, yang menjadikan dirinya aktif bersosialisasi, lewat berbagai ide dan kreatifitas untuk masyarakat banyak.

Aktif di organisasi tentunya tak serta merta. Ada sejarah dan pergulatan Yohanes Wempi di dunia kampus semasa aktivis mahasiswa, yang membentuknya jadi tampil dan terampil lewat organisasi tersebut.

Sementara, di di dunia usaha, Yohanes Wempi memimpin dan mengendalikan banyak perusahaan, sampai mengantarkannya aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), lalu Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta organisasi pengusaha lainnya, yang menjadikan dia punya jejaring yang kuat di daerah sampai nasional.

Di PKS, Yohanes Wempi tercatat sebagai generasi ketiga, setelah partai itu dipimpin Muhammad Rapi dan Dasril di Padang Pariaman, baru Yohanes Wempi yang melanjutkan.

Nama Yohanes Wempi kian terkenal, ketika aktif bersosialisasi lewat organisasi dan partai politik, serta aktif menulis dan ditulis oleh media.

Kompetensi Yohanes Wempi dalam menulis ini, sudah sampai puncak seorang penulis. Sebab, penulis itu puncaknya ketika sudah mampu melahirkan sebuah karya buku.

Yohanes Wempi sudah menulis sebuah buku. Buku buah pikirannya semasa jadi anggota dewan dan aktivis sosial kemasyarakatan. Buku itu memuat kritikan dan solusi terhadap pembangunan nagari.

Lewat PKS, Yohanes Wempi maju menjadi calon anggota legislatif Sumbar. Berangkat dari Dapil Piaman. Di Dapil ini tersedia tujuh kursi DPRD Sumbar.

Banyak dan hebatnya persaingan, sudah pasti. Baik saingan Caleg dalam satu partainya PKS, maupun saingan dengan Caleg di luar partai itu.

Ya, itulah dunia politik. Tidak politik namanya, kalau tidak bersaing. Makanya, setiap Caleg punya ide dan kreatifitas tersendiri, dalam meraup suara masyarakat nantinya.

Tapi yang jelas, Yohanes Wempi berada pada posisi yang diuntungkan. Lewat dunia aktivis dan pengusaha, interaksi Yohanes Wempi di tengah masyarakat, sudah melekat.

Tampil secara santun, mudah senyum menjadikan Yohanes Wempi satu dari tujuh orang tokoh Piaman yang akan masuk ke DPRD Sumbar, dari hasil pemilu tahun depan, menurut perhitungan aktivis politik daerah ini.

Betapa tidak! Yohanes Wempi disenangi anak muda sebagai pemilih pemula, dan digemari generasi tua. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies