Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Alumni Bekerja di Jepang, SMK Maritim Nusantara Kerjasama dengan PT LPK Indonesia Nippon Anugerah

Dirut PT LPK Indonesia Nippon Anugerah Hermantoni diskusi soal tenaga kerja di Jepang dengan Dirut Alma'arij Foundation AS Edi, di SMK Maritim Nusantara. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Kerjasama SMK Maritim Nusantara dengan PT LPK Indonesia Nippon Anugerah terus dimatangkan.

Akhir bulan lalu, Dirut Alma'arij Foundation AS Edi dan Dirut PT LPK Indonesia Nippon Anugerah Hermantoni bertemu di SMK Maritim Nusantara yang dikelola Alma'arij Foundation.

"Ya, pertemuan sekaligus silaturahmi, adalah bagian terpenting dalam pengembangan sekolah ini," ujar AS Edi.

Dia senang, Hermantoni bisa hadir langsung dan melihat kemajuan SMK Maritim Nusantara yang dikelola Alma'arij Foundation.

Menurut AS Edi, tiga bulan lagi ada tiga orang alumni SMK Maritim Nusantara yang siap untuk bekerja di Jepang.

"Nah, sebelum bekerja di Jepang, yang bersangkutan Diklat dulu di PT LPK Indonesia Nippon Anugerah ini, sesuai kesepakatan yang kita teken bersama," ungkapnya.

Diklat itu, ujar AS Edi, minimal sebulan dan bisa lebih. Tergantung pada calon tenaga kerja. "Ya, Diklat baca tulis bahasa Jepang yang utamanya, sampai benar-benar bisa dan mahir," katanya.

AS Edi menilai, perusahaan ini memberikan ruang gerak yang cukup memudahkan calon tenaga kerja hasil didikan SMK Maritim Nusantara ini.

Tentunya ini sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan, untuk masa depan taruna dan taruni sekolah yang terletak di Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman ini.

Apalagi, sebelumnya sudah ada sekian orang alumni SMK Maritim Nusantara yang bekerja di Jepang.

Hebatnya, kata AS Edi, PT LPK Indonesia Nippon Anugerah punya banyak jaringan dengan perusahaan di Jepang.

"Ada banyak pilihan lapangan pekerjaan di sana, sesuai keinginan dan kemampuan taruna dan taruni kita," katanya. (ad/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies