Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kemandirian Pesantren Lewat Wirausaha

Foto bersama dengan narasumber Media Eka Putra. (ist)

Padang, Sigi24.com--Kewirausahaan adalah orang-orang yang mampu melihat peluang untuk pengembangan usaha. 

Pesantren butuh orang ini, yang akan menggerakkan jalannya pendidikan di pesantren, agar bisa mandiri membiayai operasional dan kelangsungan pesantren itu sendiri.

Setidaknya ini yang terangkum dalam pelatihan manajemen pesantren yang diadakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, 13-18 Maret 2023 lalu.

Materi kewirausahaan pesantren yang disajikan Widyaiswara Media Eka Putra.

Kemudian, pempinan dan pengurus harus berani. Berani bermimpi, serta mewujudkan proses mimpi itu dengan tepat. Kembangkan unit usaha pondok yang ada.

Usaha yang banyak berkembang saat ini, baru sebatas koperasi berupa warung serba ada, yang mesti ditingkatkan.

Ini sangat terbuka untuk dikembangkan, dengan menambah unit usaha lain, seperti simpan pinjam syariah, laundry, serta usaha lainnya yang sangat terbuka dengan baik.

Pendidikan life skill juga banyak yang bisa digarap, memberdayakan potensi yang ada di kalangan santri tingkat akhir, mengirim santri tingkat akhir terjun ke masyarakat sesuai ketentuan, seperti yang lazim di dunia kampus. 

Terjun ke masyarakat dengan mengembangkan konsep dakwah di lapangan, bekerjasama dengan masjid dan surau yang ada tentunya.

Hanya saja, penyakit yang berkembang itu adalah, mentalitas sedikit, uang ingin banyak tanpa bekerja keras. Mindset seperti ini yang perlu diberantas, dengan menumbuhkan semangat wirausaha yang bertujuan untuk kemandirian pesantren.

Motivasi usaha itu adalah, desakan kehidupan, persaingan yang kian ketat, dan sering melihat peluang baru untuk dikembangkan.

Pesantren secara umum, termasuk desakan kehidupan. Karena selama ini pesantren yang mandiri itu masih terbilang sedikit. Lebih banyak pesantren yang tumbuh secara sosial kemasyarakatan. 

Jadi, sangat penting mengembangkan potensi santri itu untuk jadi wirausaha sukses dan mandiri. Mulai life skill, seperti pertukangan, komputer, dan lain sebagainya. Biasanya, pesantren salafiyah susah untuk mengembangkan ini, sehingga banyak pesantren ini jalan di tempat, bahkan mundur, lantaran santri dan peminatnya dari tahun ke tahun menurun. (ad)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies