Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Hebat, Muhammad Danil Hafidz 15 Juz Quran Bergelar Tuanku Pakiah Sutan

Peserta wisuda, tamat tafsir dan wisuda tahfidz Ponpes Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Ada yang menarik dari prosesi wisuda santri Ponpes Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan, Ahad (12/3/2023), yakni wisuda tahfidz. 

Artinya, program hafidz Quran telah diterapkan di pesantren yang didirikan Syekh H Abdullah Aminuddin Tuanku Shaliah tahun 1940 ini. 

Program hafidz Quran ini sedang menonjol di mana-mana. Madrasatul 'Ulum tak ingin ketinggalan, maka saat ini adalah wisuda tahfidz pertama dilakukan di pesantren yang terletak di Korong Kampung Guci ini. 

Peserta pertama adalah Muhammad Danil. Anak kelahiran Padang Panjang tahun 2003 ini termasuk yang paling unggul. 

Dia mampu menyelesaikan 15 juz Quran. Luar biasa tentunya, sehingga apresiasi dari tamu undangan terlihat agak berlebih, karena anak asal Singgalang, Tanah Datar ini masuk kategori unggul.

Yang kedua, Fakri Hamid. Dia wisuda tahfidz karena telah menuntaskan tiga juz Quran. Anak asal Batagak, Kabupaten Agam ini kelahiran 2003.

Ketiga Abdurrahman. Anak asli Sungai Durian, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman yang lahir 2005 ini menuntaskan tiga juz Quran dengan baik dan benar.

Yang keempat, Fandi Irawan. Anak asli Singgalang, Tanah Datar yang lahir 2006 ini mampu menyelesaikan tiga juz Quran. 

Berikutnya, Alfandiya Rahmat. Anak asal Singgalang, Tanah Datar yang lahir 2007 ini mampu menuntaskan hafalannya sebanyak dua juz Quran. 

Yang keenam Dendi Nofri Yanto. Anak asal Singgalang lahir tahun 2007 juga telah menghafal dua juz Quran. 

Ketujuh, Arbi Rahman. Asal Gantiang, Singgalang yang lahir 2007 juga mampu dua juz.

Sementara, yang kedelapan Muhammad Zidan Kurniawan. Anak kelahiran Jakarta 2005 ini asli Pungguang Kasiak Lubuk Alung. Dia mampu dua juz juga.

Nah, sebanyak delapan santri itu tercatat sebagai peserta wisuda tahfidz.

Tamat tafsir 

Adapun nama santri yang tamat tafsir adalah, pertama Syafrizal. Santri kelahiran Padang Panjang 2005 ini asli Singgalang, Tanah Datar. Dia mondok di Madrasatul 'Ulum sejak 2018.

Yang kedua Ridwan Taufiq Hidayat. Santri yang lahir di Durian Kapas 2001 ini asli Bengkalis, Provinsi Riau. Dia juga mondok sejak tahun 2018. 

Ketiga Alif Marlino Tommy. Santri kelahiran Bandung 2003 ini asli Ambung Kapur Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, juga mondok sejak 2018.

Berikutnya, Habiburrahman. Santri kelahiran Bukit Batu Apung, Kabupaten Aham 2002 ini juga mulai mondok di Madrasatul 'Ulum 2018. 

Kemudian Hidayat Nur Wahid. Santri kelahiran Padang 2003 ini asli Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, mondok sejak 2018.

Kemudian Sinnatul Fajri. Kelahiran Bukittinggi 2005 adalah santri yang asli Batagak, Kabupaten Agam yang mondok sejak 2018.

Berikutnya, Jupriadi. Santri asal Kampung Cubadak, Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago ini lahir tahun 2001, dan mondok di Lubuk Pandan sejak 2019.

Kemudian, Ferdiansyah. Santri asal Singgalang, lahir tahun 2002, dan mulai mondok 2019.

Berikutnya, Muhammad Syawal. Santri yang mondok sejak 2019 ini adalah asal Sungai Kasikan, Nagari Tandikek Selatan.

Muhammad Fauzi yang lahir 2006 di Singgalang, Tanah Datar ini juga terhitung mulai mondok di Madrasatul 'Ulum tahun 2019.

Sementara, peserta tamat tafsir berikutnya, Dendi Nofri Yanto. Santri kelahiran Singgalang tahun 2007 ini mulai jadi santri tahun 2020.

Kemudian Hendra. Asal Kampung Bendang, Sungai Sariak, lahir 2008 dan mondok sejak 2020.

Fandi Irawan, santri asal Singgalang kelahiran 2006 ini mulai jadi santri tahun 2020.

Sedangkan Muhammad Risky, kelahiran Jakarta 2005, adalah santri asal Durian Kapas, Kabupaten Agam yang mulai mondok tahun 2020.

Abdurrahman, santri asal Sungai Durian kelahiran Padang pada tahun 2005 ini, terhitung mulai mondok di Madrasatul 'Ulum sejak 2020.

Berikutnya, Darmansyah. Santri asal Sungai Kasikan yang lahir tahun 2007, dan mulai mondok tahun 2020.

Selanjutnya, Arbi Rahman. Santri asli Singgalang yang lahir di Padang tahun 2007 ini mulai mondok di Madrasatul 'Ulum tahun 2020.

Kemudian, Alfandiya Rahmat asal Singgalang, lahir tahun 2007, mulai mondok tahun 2020.

Tamat marapulai

Tercatat empat santri yang dinyatakan tamat marapulai, sekaligus diberikan gelar tuanku.

Pertama Ardiansyah. Santri asal Padang Toboh Ulakan yang lahir 1997 ini diberikan gelar Tuanku Sidi. Dia mulai mondok tahun 2019 di Madrasatul 'Ulum.

Kedua Muhammad Danil. Santri asal Singgalang yang juga sebagai peserta wisuda tahfidz, yang hafalannya mencapai 15 juz ini diberikan gelar Tuanku Pakiah Sutan.

Ketiga Aldi Candra. Santri asal Singgalang yang lahir tahun 2002 ini mendapatkan gelar Tuanku Katik. Dia mondok sejak 2015 di Madrasatul 'Ulum ini.

Dan yang keempat, Muhammad Rizki Fadli. Santri asal Limpato Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman yang lahir 2001 ini mendapatkan gelar Tuanku Sutan. Dia mulai masuk Lubuk Pandan tahun 2016. (ad)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies