Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Prof Maidir Harun Datuak Sinaro, Ulama dari Daerah yang Menasional Itu Telah Pergi

Prof Maidir Harun Datuak Sinaro. (ist)

Sigi24.com--Prof. Maidir Harun Datuak Sinaro meninggal dunia, Ahad (26/2/2023) di RSUP M Djamil Padang. Innalillahi wa innailaihi rajiun. 

Sekira pukul 10.15. wib, saya membuka media sosial, munculah postingan Suardi Aminsyah, yang mengabarkan mantan Rektor UIN Imam Bonjol Padang meninggal dunia dalam usia 72 tahun. 

Saya komentari postingan itu, lalu saya telpon Suardi Aminsyah yang mengaku salah seorang muridnya itu. Saya tanyakan, disemayamkan dimana jenazah almarhum. Sebab, almarhum di samping seorang guru besar, juga seorang niniak mamak dalam kaumnya, Suku Panyalai di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. 

Suardi Aminsyah tak tahu pasti. Maidir Harun Datuak Sinaro pernah dan cukup acap berkomunikasi dengan saya. Ketika dia menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar. 

Dia Ketua PWNU 2005-2010, menggantikan Prof Kasli. Sebelum dia ketua PWNU dan sedang jadi ketua, saya termasuk aktif mengikuti kegiatan organisasi ini di Padang. 

Saya sering ikut lailatul ijtimak yang rutin dilakukan seminggu sekali, yang tempatnya bergiliran di rumah pengurus dan tokoh NU Sumbar tersebut. 

Prof Maidir Harun Datuak Sinaro termasuk pengurus dan ulama yang gigih mengurus organisasi ini. Tak pernah absen saya lihat dalam momen dan kegiatan NU, meskipun kegiatannya di luar sana cukup banyak dan padat pula. 

Tentu hal demikian bukan kebetulan. Tetapi dia jadi ketua NU Sumbar memang berangkat dari bawah. Dia kader murni, tidak karbitan. Terakhir, dia dijadikan salah seorang Ketua PBNU. 

Berjenjang naik bertangga turun. Ini yang saya amati seorang Prof Maidir Harun Datuak Sinaro. Sesuai pula jenjang pendidikan yang dilaluinya, yang memang dari jalur pendidikan agama. 

Hanya saja, ulama dan guru besar kelahiran 10 Juli 1950 ini jarang mengikuti kegiatan di Lubuk Alung. Terutama kegiatan pangulu, karena dia seorang niniak mamak di nagari yang terkenal dengan panasnya itu. 

Paling, kegiatan besar seperti musyawarah niniak mamak dalam mendudukkan ketua KAN, itu ada dia hadir dan ikut. 

Kepergian Prof Maidir Harun Datuak Sinaro mengejutkan semua orang. Dia tokoh daerah yang menasional di lingkungan NU. Kepemimpinannya di NU Sumbar, cukup memberikan prestasi dan banyak kegiatan, sehingga dia dijadikan salah seorang Ketua PBNU, ketika Prof KH. Said Aqil Siradj terpilih jadi Ketua Umum PBNU. 

Muktamar NU ke-31 di Solo, Jawa Tengah tahun 2004, Prof Maidir Harun, salah seorang penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat. 

Dia hadir dalam forum terbesar NU lima tahun sekali itu dengan istrinya, lalu pesawat yang ditumpanginya tergelincir saat mendarat di Solo. 

Saya bersama sejumlah pengurus NU Sumbar ikut ke rumah sakit kala itu. Kiprah Prof Maidir Harun Datuak Sinaro di tengah masyarakat, diterima semua kalangan. 

Dunia dia disibukan dengan mengajar, memimpin perguruan tinggi, dan NU, serta kaumnya. Tak terdengar ulama mumpuni masuk dalam dunia politik, selain dari politik kebangsaan bersama NU tentunya. 

Semoga kepergiannya, husnul khatimah. Alfatihah...(Ad)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies