Type Here to Get Search Results !

Pilwana Padang Pariaman Dalam Timbangan Adat dan Syarak

Zulnaidi 

Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di 74 nagari di Kabupaten Padang Pariaman pada Sabtu, 27 Juni 2026, bukan sekadar ritual politik lokal. Momentum ini merupakan ujian krusial dalam menjaga eksistensi nagari sebagai kesatuan masyarakat hukum adat yang berasaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). [1] 

Sebagai institusi kultural Minangkabau, nagari ditopang oleh struktur adat tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan (niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai) serta sinergi urang nan ampek jinih bersama Bundo Kanduang. Dalam ekosistem ini, Wali Nagari berdiri sebagai pucuk pimpinan pemerintahan formal dan administrasi. Jabatan ini menuntut keselarasan mutlak antara hukum negara dan norma adat. Oleh karena itu, masyarakat Padang Pariaman harus cerdas dan selektif dalam menentukan pilihan di bilik suara. [2] 

Kriteria Sosok Pemimpin Nagari yang Idealis

Memimpin nagari membutuhkan figur yang memiliki kedalaman spiritual, pemahaman budaya, dan kecakapan birokrasi. Sosok idealis tersebut wajib memenuhi kriteria berikut:

Paham Sarak jo Adat: Mengerti batasan hukum agama Islam dan menguasai hukum adat Minangkabau demi menjaga keharmonisan warga.

Tau jo Undang-Undang: Menguasai regulasi pemerintahan modern agar administrasi nagari berjalan akuntabel, transparan, dan bebas hukum.

Arif Bijaksana: Memiliki kemampuan memimpin yang mengutamakan musyawarah, adil dalam bersikap, serta mampu merangkul semua elemen masyarakat.

Berperilaku Baik dan Bermartabat Mulia: Menjadi teladan (suri tauladan) yang dihormati karena integritas moralnya yang tinggi.

Untuk mewujudkan kriteria tersebut, seorang calon Wali Nagari wajib mengimplementasikan nilai-nilai praktis dalam dirinya:

Tau dan Suko ka Surau: Dekat dengan agama, memakmurkan tempat ibadah, dan menjadikan nilai religius sebagai benteng moral.

Paham dan Memakai Adat ABS-SBK: Menerapkan falsafah adat dalam perilaku sehari-hari, santun dalam berkomunikasi, dan menghormati struktur adat yang ada.

Shiddiq (Benar/Jujur): Berkata dan bertindak benar, tidak memanipulasi informasi, serta jujur kepada masyarakat.

Amanah (Terpercaya): Menjaga kepercayaan warga, tidak khianat, dan bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan nagari.

Tabligh (Menyampaikan): Mampu berkomunikasi dengan terbuka, menyampaikan kebijakan dengan transparan, dan tidak ada yang disembunyikan.

Fathanah (Cerdas): Memiliki kecerdasan intelektual dan emosional untuk menyelesaikan konflik serta melahirkan inovasi pembangunan nagari.

Pantangan Pemimpin: Menolak Tiga Cacat Utama

Tanggung jawab yang besar membuat kepemimpinan nagari memiliki banyak pantangan. Amanah ini haram hukumnya diserahkan kepada figur yang memiliki tiga cacat utama:

Cacat Moral dan Perilaku: Pelaku judi, pembohong, pengguna narkoba, atau pernah terlibat tindak pidana. Figur seperti ini akan meruntuhkan wibawa nagari.

Cacat Syarak dan Adat: Orang yang mengabaikan nilai-nilai agama, sering memicu konflik internal, serta buta terhadap nilai-nilai kebudayaan Minangkabau.

Cacat Kompetensi: Seseorang dengan wawasan sempit, minim pengalaman organisasi, gagap administrasi pemerintahan, serta tidak cakap dalam berkomunikasi maupun berorasi di depan publik.

Konsekuensi Salah Memilih: Rusak Adat, Binaso Nagari

Menjadi Wali Nagari memikul beban yang jauh lebih berat daripada jabatan politik lainnya. Jika kepala daerah atau anggota legislatif keliru melangkah, dampaknya mungkin hanya sebatas serapan anggaran yang buruk atau sanksi administratif.

Namun, jika Wali Nagari yang keliru, dampaknya bersifat fatal dan sistemik. Kerusakan akan langsung menghantam jantung pertahanan kultural: rusak adat dan syarak, serta runtuhnya tatanan sako pusako yang menjadi identitas dasar masyarakat. Ketika hukum adat dilecehkan dan nilai agama diabaikan oleh pemimpinnya sendiri, maka hancurlah marwah nagari tersebut.

Pilwana lusa adalah penentu nasib generasi Padang Pariaman ke depan. Gunakan hak pilih dengan nurani yang jernih, bukan karena dorongan uang atau kedekatan personal semata. Selamat memilih, pilihlah pemimpin yang siap mengabdi untuk dunia dan akhirat nagari kita.

Zulnaidi SH Bagindo Sailan 

Bidang Konsultasi Bakor KAN Sumbar

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.