![]() |
| Memoles Nagari Barulak Jadi Magnet Wisata Lewat Manajemen Event, Selasa (2/6) di Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Baru. (Foto: Zengga) |
TANAH DATAR, Sumatera Barat – Nagari Barulak di Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, bersiap bersolek meningkatkan daya tarik wisatanya.
Langkah strategis ini dimulai melalui program pengabdian masyarakat dari Politekni Negeri Padang (PNP) berupa pendampingan khusus bertajuk "Manajemen Event bagi Anggota Pokdarwis Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata".
Kegiatan yang berasal dari Jurusan Administrasi Niaga (Prodi Destinasi Pariwisata) berlangsung satu hari, pada Selasa (2/6) ini menyasar para penggerak lokal agar mampu mengelola acara wisata secara profesional.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa di Lapangan
Program pendampingan ini dikomandoi langsung oleh Rifdatul Husna, S.ST., M.Par., selaku Penanggung Jawab sekaligus Ketua Tim Pengabdian. Tidak bekerja sendiri, ia didampingi oleh tim dosen yang kompeten di bidang pariwisata, yaitu Novi Yanita, S.Pd., MM.Par., dan Zengga, S.ST., M.Par.
Tak hanya dari kalangan pendidik, kolaborasi ini juga melibatkan unsur akademis muda dengan kehadiran Fauziah Fitri, seorang mahasiswi yang ikut andil dalam menyukseskan jalannya kegiatan di lapangan. Bersama-sama, tim ini membagikan formula teoretis dan praktis kepada masyarakat setempat.
Antusiasme Warga dan Kunci Sukses Event Wisata
Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran sekitar 20 orang warga setempat. Peserta yang hadir merupakan perpaduan solid antara unsur masyarakat lokal dan para anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nagari Barulak. Mereka tampak siap menjadi motor penggerak perubahan pariwisata di daerahnya.
Sebagai pembicara utama, Zengga, S.ST., M.Par., mengupas tuntas urgensi sebuah manajemen event yang matang.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa sebuah acara tidak boleh hanya sekadar berjalan, melainkan harus direncanakan dengan detail agar mampu menjadi daya pikat yang mendatangkan wisatawan secara berkelanjutan ke Nagari Barulak.
"Manajemen event yang tertata adalah kunci utama dalam mengubah potensi budaya dan alam nagari menjadi sebuah atraksi wisata yang bernilai jual tinggi," pungkas Zengga.
Langkah Nyata dan Komitmen Berkelanjutan
Kegiatan ini tidak berhenti sebatas pemaparan materi di dalam ruangan. Pertemuan tersebut langsung menghasilkan poin-poin perencanaan strategis yang konkrit untuk segera ditindaklanjuti oleh seluruh pihak yang terlibat.
![]() |
| Zengga, S.ST., M.Par., mengupas tuntas urgensi sebuah manajemen event yang matang di hadapan peserta pelatihan, Selasa (2/6) di Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Tanah Datar. (Foto: Zengga) |
Ke depan, tim pengabdian dan pihak nagari sepakat untuk terus berkoordinasi secara intensif. Fokus utamanya adalah mengawal langsung bagaimana implementasi manajemen event yang nantinya akan dirancang dan dieksekusi oleh pihak Nagari Barulak, sehingga target peningkatan kunjungan wisata di Kecamatan Tanjung Baru dapat segera terwujud.
8 Poin Utama Manajemen Event Pariwisata
1. Perencanaan (Planning) — Menentukan Arah Acara
* Menentukan tema, tujuan (misal: mengenalkan budaya), jadwal, dan target pengunjung.
2. Pengorganisasian (Organizing) — Bagi-Bagi Tugas
* Membentuk panitia (divisi acara, humas, logistik, dll.) dan mencari mitra kerja sama.
3. Penganggaran (Budgeting) — Kelola Keuangan
* Masuk: Sponsor, tiket, dana pemerintah.
* Keluar: Sewa tempat, dekorasi, panggung, honor artis, promosi.
* Target: Acara berjalan lancar tanpa rugi.
4. Pemasaran & Promosi (Marketing) — Cari Pengunjung
* Menyebarkan info lewat media sosial, *influencer*, website, atau iklan digital agar penonton ramai.
5. Pelaksanaan (Implementation) — Hari-H Eksekusi
* Menjalankan acara tepat waktu, menjaga koordinasi kepanitiaan, dan melayani pengunjung.
6. Manajemen Risiko & Keamanan — Rencana Cadangan
* Mengantisipasi masalah (cuaca buruk, alat rusak, macet, kecelakaan).
* Menyiapkan tim medis, keamanan, dan jalur evakuasi darurat.
7. Pengelolaan Stakeholder — Jaga Hubungan Baik
* Merangkul pihak terkait seperti pemerintah daerah, warga lokal, dan pelaku usaha wisata agar saling mendukung.
8. Evaluasi (Evaluation) — Kilas Balik setelah Acara Selesai
* Menghitung jumlah penonton, memeriksa sisa anggaran, dan menilai kepuasan lewat rapat atau kuesioner sebagai bahan perbaikan event berikutnya.
Dampak Perlu Diperhatikan
* Sisi Positif: Wisatawan ramai, ekonomi warga sekitar berputar/untung, budaya daerah makin terkenal.
* Sisi Negatif (Harus Dikendalikan): Masalah sampah menumpuk, kemacetan di sekitar lokasi, dan risiko kerusakan lingkungan. (Zengga)


