![]() |
Padang Pariaman,-- Nagari maju, warga sejahtera. Saatnya perubahan. Demikian sekelumit rangkuman visi misi Mulyadi, A. Md dalam ikut helat Pilwana serentak akhir Juni tahun ini di Nagari Tandikek Selatan, Kecamatan Patamuan.
Edi Batak, nama keren Mulyadi maju menjadi calon Walinagari Tandikek Selatan, punya segudang pengalaman sosial kemasyarakatan. Sesuai aturan, hari ini dia ditetapkan jadi calon walinagari.
Lulusan D3 Teknik Lingkungan ini, adalah mantan pemain Persepar, klub terkenal milik daerah Padang Pariaman itu, 17 tahun lamanya Edi Batak jadi pemain.
Matang dan lihai main bola, setidaknya pelajaran operan, serangan balik, serta taktik bertahan menjadi inspirasinya dalam memimpin Nagari Tandikek Selatan.
Situasi pemerintahan hari ini, agaknya pola bertahan dengan potensi kekuatan nagari, akan mampu melajukan nagari itu dengan baik dan benar.
Edi Batak menguasai hal ini. Sebab, setelah jadi pemain, dia merupakan pelatih Persepar dan 2024 jadi Manager Josal FC. Konsep pelatih dan manager, barangkali akan jadi gairah tersendiri di lingkungan Pemerintahan Nagari Tandikek Selatan, setelah dipimpin Edi Batak untuk periode 2026-2034.
Tak sekedar lihai main bola, pelatih dan manager, mantan Pjs. Direktur PDAM Padang Pariaman 2014-2015 ini punya pengalaman dalam mewakili masyarakat di nagari.
Ketika Tandikek Selatan belum lahir, Edi Batak menjabat Wakil Ketua Bamus Nagari Tandikek, tepatnya 2012-2015, Ketua Bamus Nagari Tandikek Selatan 2015 - 2021. Edi Batak pensiunan PDAM Padang Pariaman, setelah menjalani dinas selama 32 tahun.
Sepertinya, masyarakat Tandikek Selatan menanti adanya perubahan yang ditawarkan Edi Batak. Perubahan bisa terwujud, adalah sentuhan pemimpin yang punya pengalaman panjang.
Konsep kapan waktunya menyerang, kapan pula harus bertahan dan membombardir dengan serangan balik, akan menjadikan kesejahteraan masyarakat berjalan dengan dinamika tersendiri.

