![]() |
| Drs. Takarijon |
Padang Pariaman, -- Sudah banyak orang menyapa dia dengan sapaan "wali". Apakah ini doa atau memang @drstakarijon15 Datuak Gadang ini memang dinobatkan jadi Walinagari Lubuk Alung dalam Pilwana serentak tahun ini?
Tak ada yang pasti dalam dunia politik ini. Ikhtiar dan usaha hanya kewajiban manusia, sementara hasil adalah urusan Tuhan terhadap hamba-Nya. "Yang jelas, semua dokumen persyaratan ini kita lengkapi, baru mendaftar ke sekretariat panitia," kata Takarijon.
Sebenarnya, keinginan dan dukungan banyak orang terhadap Takarijon Datuak Gadang ini bisa jadi walinagari di Lubuk Alung sudah sejak lama. "Ketika kecamatan ini sama gedang dengan nagari, saya sudah diminta mencalonkan diri. Tapi mendiang H. Sudirman Nazar melarang, dan minta saya tidak ikut maju," kisah Takarijon.
Takarijon, pangulu dalam kaum Suku Jambak Koto Buruak Lubuk Alung ini, memastikan langkahnya maju dalam musim Pilwana serentak tahun ini, tidak adalagi yang melarangnya. "Alhamdulillah, dukungan ada. Tentu kita tetap berharap, dukungan dan doa dari tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan lainnya, bisa menjadikan gerakan perubahan untuk masa depan Lubuk Alung yang diinginkan masyarakat," katanya.
Bagi tokoh kelahiran 1965 ini, menjadi walinagari adalah ladang pengabdian. "Dengan kepemimpinan di nagari, banyak yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di nagari.
#fyp

