![]() |
PADANG PARIAMAN – Sigi24.com. Dua institusi dibawah Kementerian Kelautan, Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pariaman dan Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, turun tangan secara serentak dalam pemulihan pasca bencana di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung. Mereka tidak hanya membersihkan rumah dan jalan, melainkan juga merapikan Taman Bendung Anai yang sebelumnya terlantar.
SUPM Pariaman mengirimkan 80 taruna, lima pembina dan petugas kesehatan yang telah bertugas selama lima minggu dari target total dua bulan. Menurut pembina lapangan Rizki Pratama, program ini merupakan inisiatif Kementerian Kelautan dan mereka ditempatkan di Korong Tanah Taban. "Pelayanan masyarakat luar biasa – selalu ada yang mengantar makanan dan minuman. Kami sangat berterima kasih," ujarnya, dengan harapan kontribusi mereka bermanfaat bagi warga.
Sementara itu, Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta dibawah kepemimpinan Direktur Dr. Aris Widagdo, A.Pi., M.Si. mengutus total 200 mahasiswa – 100 di Lubuk Alung dan 100 lainnya di Tanjung Raya. Pembina Andi Galib S.Tr.Pi menjelaskan, 100 mahasiswa di Lubuk Alung didampingi empat orang tenaga pendidik dan akan bertugas selama 45 hari.
Namun, ada keluhan mendesak dari pihak masyarakat. Aburahim menyatakan bahwa program bantuan dari kedua institusi tersebut belum menyatu dengan program Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. "Perlu dukungan tim teknis Dinas PU beserta alat berat. Saluran air dan sawah pertanian sudah tertimbun lumpur keras setinggi 1-1,5 meter dan posisinya lebih tinggi dari jalan dan rumah. Kalau tidak diperbaiki, pembersihan yang kita lakukan hanya akan bertahan sebentar – begitu hujan deras, air akan kembali menggenangi kawasan," jelasnya. (nd/red)

