![]() |
Padang, Sigi24.com – Vivi Rafles Umiko, Tim Evi Yandri Dt. Rajo Budiman meradang dan sok jadi pahlawan. Dia membantah apa yang telah diberitakan media ini edisi lalu. Namun anehnya, Vivi menyampaikan bantahannya melalui sebuah media lain terbitan minggu lalu.
Vivi kepada media lain mengakui, bahwa janji dana Pokir untuk warga Kompleks Kuala Nyiur II, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, merasa dikecewakan oleh janji politik Evi Yandri memang sudah dijanjikan sejak tahun 2024 lalu waktu diadakan reses di sana 31 Januari 2024. Karena keterbatasan anggaran, maka Pokir itu belum dapat diwujudkan atau dilaksanakan.
Evi Yandri yang sekarang menjabat anggota DPRD Sumatera Barat, kabarnya juga Sekretaris Partai Gerindra Sumatera Barat itu, ketika beberapa kali dihubungi lewat Chat WA dan telpon, tidak pernah diresponnya. Dia memilih bungkam.
Pertanyaan, sepatutnya sebagai orang yang menduduki kursi kehormatan di Sumbar, bisa menjelaskan kepada masyarakat apa yang menjadi sebab dari tidak jadinya dana Pokirnya dilaksanakan, sesuai yang telah dia janjikan di hadapan Lurah, Ketua LMD, Ketua RW, RT serta masyarakat waktu reses tersebut.
Namun muncul lagi seorang srikandi atau timnya bernama Vivi, tampil di media lain dan menuding masyarakat Komplek Kuala Nyiur II Kelurahan Pasia Nan Tigo tidak mengerti tentang proses anggaran. "Tidak benar Evi Yandri ingkar janji. Pokir tersebut dialihkan ke anggaran tahun 2026 nanti. Vivi tidak menjelaskan di media itu bukti dialihkan ke anggaran 2026".
Sepatutnya sebagai tim sukses atau entah apa jabatan Vivi Rafles Umiko di Partai Gerindra, atau ada hubungan apa dengan Evi Yandri Dt. Rajo Budiman Anggota DPRD Sumbar ini, Vivi selalu tampil untuk membela Evi Yandri seperti pada pemberitaan media ini tahun 2024 lalu.
Vivi juga menuding masyarakat Kuala Nyiur II tidak paham akan sistim pencairan dana Pokir. Ikut menjelaskan bahwa dana Pokir yang dijanjikan waktu reses hanya bisa dilaksanakan pertengahan tahun 2024, sekarang Vivi kembali tampil dengan menyatakan ditunda pada tahun 2026.
Masyarakat sebetulnya perlu penjelasan dari Evi Yandri Dt. Rajo Budiman sendiri, bukan melalui srikandi yang tidak jelas seperti ini. Karena penjelasan Vivi semakin membuat gaduh di tengah masyarakat, memberikan penjelasan tidak memperlihatkan bukti apa pun. Lagian yang menjanjikan bukan VIvi, tapi Evi Yandri itu sendiri. "Iko alah angek pulo saluang dari pado api," ungkap salah seorang warga dan tokoh masyarakat yang juga dosen di salah satu universitas di Padang ini. (nd/red)

