![]() |
| Rusli Intan Sati dan Armaidi Tanjung terlibat dalam diskusi bersama di Kantor PWNU Sumatera Barat. |
PADANG, -- Armaidi Tanjung itu orangnya tidak neko-neko, pekerja keras, konsisten serta pekerja ikhlas dalam membesarkan organisasi, terutama organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).
"Saya pertama kali kenal dan mengenal Armaidi Tanjung, tahun 1990 an. Sama-sama di GP Ansor, badan otonom NU yang menggawangi perkumpulan pemuda. Dengan melihat pekerja keras seorang Armaidi, saya lihat dia patut diajak kerjasama," kata mantan Ketua GP Ansor Sumbar, Rusli Intan Sati, Senin 29 September 2025.
Buktinya memang seperti itu. Penampilan Armaidi Tanjung yang amat sederhana, menjadikan dia mampu bekerja dengan baik di bawah tekanan.
Sosok wartawan dan penulis progresif, sepertinya mampu menjadikan Armaidi Tanjung sebagai organisatoris hebat. "Punya karakter yang luar biasa. Ketika dibebani bekerja untuk menuntaskan masalah dalam organisasi, dengan sigapnya Armaidi menyelesaikannya," ulas dia.
Ditambah pula, Armaidi itu punya pemikiran jangka panjang. "Cukup lama saya dan Armaidi jadi orang dapur di Ansor dan NU Sumatera Barat. Dia juga sosok yang diterima semua kalangan," sebutnya.
Rusli Intan Sati yang pernah memimpin Ansor Kabupaten Solok dua periode ini (1995-2009) menjelaskan, sosok Armaidi di kalangan Nahdliyyin termasuk yang langka. "Jarang sekali orang seperti Armaidi Tanjung bersua dalam organisasi. Bekerja cepat, tepat dan tidak pernah bertanya uang untuk beban kerjanya. Ada dan tidak ada uang, bagi Armaidi Tanjung tugas dan tanggung jawab harus selesai dan bisa dipertanggungjawabkan," ungkapnya.
Jejak ketulusan dan komitmen Armaidi dalam NU sangat jelas, dan sepertinya patut dijadikan contoh dan pelajaran bagi generasi saat ini. "Generasi muda atau Gen Z yang hari ini terlibat langsung dalam mengelola organisasi di lingkungan NU, tiru jejak Armaidi ini. Jejak pekerja keras yang mengutamakan kepentingan organisasi ketimbang kepentingan pribadinya," cerita Rusli Intan Sati, Ketua PW GP Ansor Sumbar periode 2009-2015 ini.
Bagi Armaidi, tak ada yang masalah dimana pun ditempatkan dalam struktur organisasi itu. Sepertinya, dia sudah berpikiran, kalau berorganisasi itu apa yang bisa diberikan, dan bukan apa yang didapatkan.
"Makanya, semua jabatan dalam organisasi sudah diembannya. Bahkan, semua bidang tugas dan jabatan serta tanggung jawab dalam organisasi itu, selesai dikerjakan sama dia. Sosok pribadi yang punya talenta, dan ini menjadikan Armaidi mampu jadi tokoh yang sesungguhnya," kata Rusli Intan Sati.
Di Ansor, Armaidi pernah jadi sekretaris, wakil ketua, bendahara dan memangku sejumlah bidang. "Tak ada tugasnya yang tidak selesai. Semuanya diselesaikan dengan baik, bahkan secara pribadi dia buat pula laporan tertulis secara lengkap," kisah Rusli Intan Sati.
Armaidi adalah contoh sosok yang konsisten dalam berorganisasi. Banyak meninggalkan jejak positif dalam memajukan dan membesarkan organisasi itu sendiri. "Patut sekali Armaidi oleh NU dijadikan tokoh yang sempurna nilai-nilai ke-NU-annya. Sekarang Armaidi telah inspirasi tersendiri dalam mencetak kader NU yang hebat di seluruh Sumatera Barat," ujar dia.

