Type Here to Get Search Results !

Tahapan Pendidikan Doktor, Suhaimis Presentasikan Proposal Disertasi di UMSB

PADANG PARIAMAN, -- Kepala MTsN 2 Padang Pariaman, Suhaimis, Sabtu 16 Agustus 2025 mempresentasikan proposal disertasinya di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB). Tentu sebuah tahapan capaian dalam merampungkan program doktor. Diharapkan, seminar proposal itu mampu memberikan yang terbaik, bagi ketuntasan pendidikan S3 Suhaimis.

Mengusung judul proposal; "Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Pembiasaan Religius melalui Self-Control terhadap Karakter Siswa MTs se-Kabupaten Padang Pariaman", seminar proposal disertasi itu menghadirkan Dosen Promotor, Prof. Rusydi AM, Dosen Co-Promotor, Dr. Sri Wahyuni, dengan Dosen Penguji, Prof. Mahyudin Ritonga dan Prof. Tamrin Kamal.

Suhaimis yang juga alumni S2 UMSB ini menyebutkan, ada empat dari 27 MTs negeri dan swasta di Padang Pariaman yang dijadikannya objek penelitian. "Empat sekolah madrasah ini dianggap mampu mengakomodir judul proposal yang akan dilanjutkan dengan penelitian," kata Suhaimis.

"Alhamdulillah, seminar proposal disertasi ini berjalan dengan lancar. Capaian ini tentunya dukungan yang kuat dari keluarga dan MTsN 2 Padang Pariaman," ujar dia.

Pola asuh orang tua dengan konsep religius adalah pendekatan pengasuhan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan spiritualitas. Tujuannya adalah untuk membentuk karakter anak yang saleh, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman agama yang kuat. 

Pola asuh ini melibatkan berbagai aspek, termasuk menanamkan nilai-nilai agama, memberikan contoh teladan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual anak. 

Konsep pola asuh religius adalah mengajarkan ajaran agama, seperti ibadah, doa, serta nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam ajaran agama. Orang tua berperan sebagai panutan dalam menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam perkataan maupun perbuatan. 

Penciptaan lingkungan yang kondusif, membangun suasana rumah yang islami, dengan kegiatan ibadah bersama, diskusi agama, dan aktivitas lain yang mendukung perkembangan spiritual anak. 

Membimbing anak untuk memiliki akhlak yang mulia, seperti jujur, sabar, hormat kepada orang tua dan orang yang lebih tua, serta peduli terhadap sesama. 

Membantu anak memahami makna hidup, tujuan hidup, serta hubungannya dengan Tuhan. Pola asuh religius membantu membentuk karakter anak yang kuat, berakhlak mulia, dan memiliki integritas. 

Agama memberikan kekuatan spiritual yang membantu anak menghadapi tantangan hidup dan menemukan makna hidup. Pemahaman agama yang kuat dapat meningkatkan ketahanan mental anak dalam menghadapi masalah dan tekanan. 

Pola asuh religius dapat berkontribusi pada kebahagiaan anak karena mereka merasa dicintai, dihargai, dan memiliki tujuan hidup yang jelas.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.