Type Here to Get Search Results !

Pahit yang Menguatkan

Oleh : Ririe Aiko 


Di cangkir retak pada sudut meja,

aroma getir menjelma kenangan

yang menempel di lidah waktu.

Butir kopi hitam menyimpan rahasia,

setiap tegukan menyalin luka

yang tak sudi hilang dari dada.


Angin menyergap, mencekat napas,

seperti tangan tak kasatmata

menahan langkah hingga nyaris beku.

Rasanya jalan terhenti,

rebah di bawah reruntuh asa,

membiarkan malam menelan sisa cahaya.


Namun kepahitan itu,

meski mengiris dengan kegetiran tanpa ampun,

diam-diam menyalakan bara,

tenaga lahir dari pedih,

keberanian tumbuh

dari racun getir.


Seperti kopi yang tak manis sendiri,

ia butuh gula untuk menyempurnakan rasa.

Hidup pun demikian,

kita butuh sabar sebagai peluruh luka,

yang melarutkan beratnya perjalanan.


Percaya bahwa kepahitan bukanlah akhir,

melainkan cara semesta

menempa jiwa untuk lebih tabah

Menguatkan diri meyakini

Bahwa semua pasti bisa dilewati

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.