![]() |
Padang Pariaman-- Sigi24.com. Seorang warga asal Padang Pariaman yang juga seorang Jurnalis Lokal Azwar Anas, akhirnya angkat bicara terkait viralnya video dirinya yang tersebar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia tampak seperti menyampaikan permintaan maaf atas beredarnya berita soal dugaan penolakan pasien hamil oleh RSUD Padang Pariaman. Klarifikasi ini disampaikan Azwar dalam konferensi pers singkat, Senin (25/8), untuk meluruskan persepsi publik yang telah mengarah seolah dirinya adalah pembuat berita tersebut dan pelaku.
Azwar Anas menjelaskan bahwa dirinya bukanlah pihak yang membuat berita viral terkait dugaan penolakan pasien oleh pihak rumah sakit. Ia hanya membagikan tautan berita yang telah beredar di media sosial sebelumnya.
“Saya membagikan link berita itu karena saya putra daerah, dan merasa perlu menyampaikan kepada publik. Tapi saya tegaskan, saya bukan pembuat berita itu,” ungkap Azwar Anas.
Peristiwa yang menimpa Azwar Anas ini sepatutnya menjadi atensi bagi para kuli tinta di daerah ini, pasalnya pihak Dinas Kominfo Padang Pariaman melalui salah seorang Kabidnya, Jumat (22/8), Azwar Anas diundang untuk menghadiri pertemuan mediasi bersama pihak RSUD Padang Pariaman.
Dalam pertemuan itu, Azwar Anas merasa berada dalam tekanan. Ia mengaku merasa diintimidasi oleh salah satu perwakilan RSUD, yang menurutnya memojokkan dirinya seolah-olah adalah pelaku penyebaran informasi palsu.
“Saya ditekan secara psikologis, seperti disalahkan atas berita yang bahkan bukan saya buat,” ucapnya.
Azwar juga mengungkapkan bahwa dalam proses mediasi tersebut, dirinya direkam dalam siaran langsung di media sosial tanpa izin terlebih dahulu. Ia diminta menyampaikan bahwa berita yang beredar tidak benar dan menyampaikan permintaan maaf.
“Saya ikuti permintaan itu demi menjaga nama baik rumah sakit. Tapi video itu kemudian disebar tanpa menampilkan konteks yang sebenarnya. Wajah saya ditutupi, seolah saya pelaku penyebaran hoaks,” katanya.
Atas kejadian tersebut, Azwar Anas merasa nama baiknya telah dicemarkan di tengah masyarakat. Ia menuntut agar pihak RSUD Padang Pariaman segera menghapus video yang telah beredar, serta memberikan klarifikasi resmi kepada publik.
“Kalau ini tidak ditindaklanjuti, saya akan menempuh jalur hukum. Saya merasa dirugikan, bahkan dihina di hadapan publik,” tegasnya.
Video yang telah terlanjur beredar itu, kini menjadi buah bibir di tengah masyarakat, menimbulkan simpang siur informasi. Banyak warga net dan rekan media yang mempertanyakan duduk perkara sebenarnya.
Namun sangat disayangkan, Kabid Kominfo yang telah mengundang Azwar Anas terkesan unjuk-unjuk untuk mediasi, tapi malah Azwar Anas terkesan dibiarkan mendapatkan tekanan dari pihak RSUD, dan diam-diam telah merekam lalu lintas pembicaraan lewat video, menyebarkan video tersebut ke ranah publik dan telah menjadi konsumsi publik, sempat viral.
Patut dipertanyakan, apa yang menjadi tujuan dari Dinas Kominfo Padang Pariaman ini mengundang Azwar Anas, dan mempertemukannya dengan pihak RSUD. Apakah ini sebuah konspirasi antara instansi di daerah ini untuk menghentikan kerjaan jurnalis, atau mengungkap perbuatan yang diduga telah melanggar SOP pelayanan pada RSUD Padang Pariaman ini?.
Klarifikasi dari Azwar Anas diharapkan menjadi titik terang, atas polemik yang berkembang dan menjadi pengingat pentingnya perlindungan hak individu, dalam proses mediasi atau klarifikasi di ruang publik. (nd/red)

