Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rosman, Politisi yang Punya Tradisi Menang dalam Kontestasi

Rosman memberikan sambutan dalam temu tim pemenangan Korong Pilubang dan Simpang Katapiang, Selasa malam. (ad)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Irigasi di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai menjadi persoalan yang amat sangat krusial.

Disebut krusial, banyak lahan sawah terlantar atau sawah beralih fungsi jadi ladang, akibat irigasi tak jalan atau tidak berfungsi.

Caleg DPRD Sumbar dari PAN Dapil II, Padang Pariaman dan Kota Pariaman Bagindo Rosman Palito Rajo Endah menilai, irigasi Katapiang harus diperbaiki.

"Nenek moyang kita datang ke Katapiang ini adalah untuk berladang dan melaut, tapi sekarang banyak sawah tadah hujan alias ke sawah tergantung musim hujan," ujar Ketua Fraksi PAN DPRD Padang Pariaman ini, Selasa 16 Januari 2024 malam.

Anggota DPRD Padang Pariaman tiga periode bicara di hadapan ratusan tim pemenangannya untuk Korong Pilubang dan Simpang Katapiang.

Menurut Rosman, sawah dan laut adalah potensi terbesar Katapiang, yang harus bisa mensejahterakan masyarakat.

Rosman mengakui, lamanya rusak irigasi ini, karena pembuatannya dari anggaran Pemprov Sumatera Barat. APBD Padang Pariaman tak bisa masuk, karena kapasitas yang besar.

Ketika terpilih jadi anggota DPRD Sumbar, perbaikan seluruh irigasi Katapiang ini jadi prioritas utama yang akan disuarakannya di lembaga wakil rakyat.

Kemudian pembangunan usaha kecil menengah atau UKM. "Katapiang kian ramai, kampung-kampung sudah semarak, perlu kiranya penataan UKM ini, sehingga nagari ini maju sesuai dinamikanya," ungkapnya.

Tradisi menang

Rosman yang mantan Ketua Forum Kepala Desa se Padang Pariaman ini sepertinya punya tradisi menang. Dia punya insting yang kuat, dan cepat menangkap dinamika kemenangan dalam suatu persaingan.

Di DPRD Padang Pariaman, Ketua DPD HIPKI Sumbar ini terbilang politisi senior. Terkenal sebagai politisi vokal, bersuara lantang dan keras ketika kepentingan masyarakat dikibiri pemerintah.

Disebut sebagai tradisi menang, karena ketika dalam kontestasi, baik sebagai peserta maupun pendukung, Rosman selalu menang.

Contoh dalam Pilkada yang mulai diikuti Rosman tahun 2005. Untuk calon Gubernur Sumbar, kala itu Rosman tegak di barisan Gamawan Fauzi - Marlis Rahman.

Hasilnya, Gamawan Fauzi menang Pilkada, nama Rosman jadi sebutan. Terutama untuk kawasan Lubuk Alung, Batang Anai dan Sintuak Toboh Gadang. 

Pasca itu, tepatnya 2009, Rosman sendiri yang ikut Pileg. Maju dari PPRN, Partai Peduli Rakyat Nasional. Hasilnya, Rosman duduk di dewan, dan satu-satunya dia dari partai itu yang duduk di DPRD Padang Pariaman.

Pemilu berikutnya 2014, Rosman pindah partai dari PPRN ke PAN. Partai ini pun berhasil mengantarkan Rosman jadi wakil rakyat untuk yang kedua kalinya.

Berikutnya, Pemilu 2019, PAN kembali mengantarkan Rosman yang mantan aktivis LSM ini jadi wakil rakyat untuk yang ketiga kalinya.

Pandangan politik Rosman memang mangkus, tebakannya jitu. Namun demikian, katanya, semua keberhasilan itu adalah buah dari kebersamaan dengan masyarakat.

"Saya hanya candu menolong rakyat, candu berjuang bersama masyarakat. Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat itu terus saya pelihara dengan baik," katanya.

Menurut Rosman, jadi anggota dewan itu adalah takdir. Tapi orang tidak tahu banyak soal itu. 

"Nah, usaha kebersamaan, kerja keras, ikhlas dan tuntas dari tim, menjadikan takdir untuk jadi wakil rakyat di Sumbar, kita nikmati pula secara bersama," ulas Rosman. (ad/red)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies