Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

FKS Padang Pariaman Sosialisasi di SMAN Ulakan Tapakis

Foto bersama Sekretaris FKS Padang Pariaman Armaidi dengan siswa SMAN Ulakan Tapakis. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com---Pengetahuan reproduksi sehat sangat penting diberikan kepada siswa/siswi SMA Ulakan Tapakis. Siswa dan siswi tersebut sudah mulai organ reproduksinya berfungsi, sehingga perlu diberikan pengetahuan bagaimana alat-alat reproduksi tersebut harus berfungsi sehat, baik secara kesehatan, sosial budaya, bernegara maupun beragama. 

Demikian diungkapkan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Ulakan Tapakis Zulieni, S.Pd., M.M, Senin (22/1/2024), pada pembukaan Sosialisasi Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman di SMA Negeri Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman. 

Sosialisasi diikuti siswa kelas XII, berlangsung di mushalla SMAN Ulakan Tapakis. Hadir Wakasis Norman, S.Pd., Waka Sarana Hendra,S.Pd.M.Si. dan Guru Bahasa Arab/Ketua Pengurus Musalla : Tuanku Sarbaini S.Pd.I

“Dengan adanya sosialisasi reproduksi sehat menuju masa depan generasi emas yang diselenggarakan Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman, kita berharap para siswa/siswa pada saatnya nanti mereka benar-benar siap menempuh pernikahan yang sehat. Baik sehat secara kesehatan, sosial budaya, negara dan agama,” kata Zulieni.

Dikatakan Zulieni, kegiatan ini penting dilakukan. Pengetahuan reproduksi tidak bisa dianggap tabu lagi. Karena mereka dengan gampang mendapatkan informasi tayangan seksual di masing-masing handphone. Lebih baik hal tersebut dijelaskan dengan tegas. Kapan alat-alat reproduksi tersebut boleh dan dihalalkan dilakukan dengan lawan jenis. 

“Kalau mereka diberikan penjelasan yang tepat, maka mereka harus lebih hati-hati ke depannya menjaga diri masing-masing,” tutur Zulieni menambahkan. 

Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman Armaidi Tanjung, menyebutkan, kuatnya pengaruh digital, penggunaan gawai yang mudah mengakses tayangan yang tidak senonoh, menyebabkan siswa/siswi bisa tergoda melakukan perbuatan yang belum waktunya. Perilaku seks bebas di luar nikah makin banyak terjadi. Akibatnya, makin banyak pula pasien yang terinfeksi HIV.

“Dari data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman, tahun 2021 ada 13 pasien yang terinfeksi HIV, tahun 2022 meningkat menjadi 20 orang. Tahun 2023 menjadi 53 orang. Hal ini patut menjadi perhatian kita,” tutur Armaidi.  

Dilihat dari umur pasien terinfeksi HIV berkisar 15 hingga 24 tahun. Menurut dokter, pasien baru bisa dideteksi apakah terinfeksi HIV setelah 5 hingga 10 tahun berhubungan seks dengan mereka yang sudah terinfeksi HIV, kata Armaidi, penulis buku Free Seks No, Nikah Yes!.  

Armaidi juga mengingatkan siswa, jangan hancurkan masa depan emasmu dengan kesenangan sesaat (beberapa detik/menit) yang menyesatkan, apalagi bujuk rayuan gombal mengatasnamakan cinta. “Ingat, jangan biarkan orang lain menyentuh tiga bagian tubuh sensitif, bagian atas (mulut), tengah (dada) dan bawah (?),” kata Armaidi  

Armaidi juga menyampaikan Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Padang Pariaman nomor 319/KEP/BPP/2022 tentang Pembentukan Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Padang Pariaman tahun 2022-2024 tertanggal 19 Agustus 2022. Pengurusnya dilantik Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, SE, MM pada 30 Nopember 2023 lalu di PMT Prof. Hamka Batang Anai. 

Di akhir acara, Armaidi menyerahkan buku kepada lima orang siswa/siswi yang aktif bertanya selama acara berlangsung. (rls/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies