Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pelatihan Manajemen Pesantren Sumbar dan Jambi 13-18 Maret

Peserta yang sedang diskusi kelompok terkait manajemen pesantren. (ist)

Padang, Sigi24.com---Sebanyak 30 orang utusan pondok pesantren di Sumbar dan Jambi mengikuti pelatihan manajemen pesantren. 

Pelatihan selama sepekan, sejak Senin 13 Maret hingga Sabtu 18 Maret ini diadakan di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, Afrianto. 

Selesai pembukaan serimonial, kegiatan dilanjutkan di kelas A, lantai dua BDK. Afrianto langsung memberikan materi pertama, dan dilanjutkan siangnya dengan pemateri kedua oleh Media Eka Putra.

Hari pertama itu banyak materi yang disampaikannya, terkait soal perkenalan diri peserta. 

Perkenalan ini tentu sesuatu yang penting, mengingat jalinan silaturrahmi antar peserta dengan instruktur, dan sebaliknya. 

Apalagi pelatihan dengan sistem belajar orang dewasa. Tak dipungkiri sebagian peserta ada yang dari unsur pengasuh dan pimpinan pesantren.

Yang jelas, peserta yang utusan pesantren ini, pun pesantrennya beda satu sama lain. 

Sesuai gambarannya, bahwa pesantren punya potensi untuk mengembangkan pesantrennya, sesuai keinginan dan minsed pimpinan pesantren tersebut. 

Seperti yang disebutkan Afrianto, bahwa di pesantren ada pendidikan Islam Terpadu yang begitu marak saat ini. 

"Ada pesantren salafiyah, ada pula yang sistem madrasah, pesantren khalafiyah, pesantren modern dan lain sebagainya," kata dia. 

Pesantren ini rata-rata mandiri, punya jaringan tertentu dalam pengembangannya. Yang jelas, semua jenis pesantren itu diakomodir oleh undang-undang pesantren. 

Nah, pelatihan angkatan IV ini bagian dari amanat undang-undang itu sendiri, khusus peningkatan sumberdaya manusia pesantren.

Lahirnya undang-undang pesantren, adalah manifestasi, bahwa pesantren bisa menjangkau semua lembaga dan kementerian di Indonesia ini. 

Tidak lagi Kemenag semata yang menjadi sumber pesantren mendapatkan bantuan, tetapi sudah bisa di berbagai lembaga negara. 

Dengan ini, pesantren pun harus membuka diri, meningkatkan sumberdaya manusia yang mengelola pesantren itu sendiri.

Hari kedua, Selasa 14 Maret, pelatihan diawali dengan apel gabungan. Yakni gabungan dua kelas dengan perwakilan Kemenag.

Sebab, pada saat bersamaan juga diadakan pelatikan yang pesertanya dari Kemenag kabupaten dan kota yang ada di Sumbar dan Jambi. (ad)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies