Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ungku Datuak, Alumni Madrasatul 'Ulum yang Rajin Beribadah Itu Telah Tiada

Tanah Datar, Sigi24.com--Jamadin Angku Datuak Batuah Nan Tinggi, Ahad (22/1/2023) meninggal dunia, setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit. 

Innalillahi wa innailaihi rajiun. Ungku Datuak. Begitu populernya alumni Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan ini di kalangan pesantren. 

Ya, dia seorang tamatan surau yang kemudian dinobatkan sebagai seorang pangulu di kaumnya, di Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar. 

Lahir 1950, dia lama tinggal di Lubuk Idai, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung. Istrinya orang situ, dan pernah berkiprah dulunya di Lubuk Idai itu. 

Ungku Datuak, agaknya salah seorang alumni yang dalam beribadah sangat hati-hati dan jelimet. 

Berwuduknya lama, memakan waktu yang cukup lama pula. Begitu dia memperhatikan dan mengamalkan ilmu pengetahuan tentunya. 

Apalagi dalam shalat. Juga memakan waktu yang cukup panjang. Sehingga dalam shalat berjamaah, Ungku Datuak sering jadi masbuk. 

Kalaupun sama dengan imam, pasti dalam pergerakan shalat Ungku Datuak terlihat sedikit lambat dari imam. Lambat dari pergerakan kebanyakan orang biasa. 

Inilah trahnya Lubuk Pandan. Seorang santri yang sepenuhnya menauladani gurunya, Syekh H. Abdullah Aminuddin Tuanku Shaliah. 

Hati dan disiplin dalam ibadah, tak pernah shalat tidak berjamaah, adalah khasnya Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan. 

Ibadahnya banyak. Tidak hanya yang wajib. Shalat sunat pun seperti sudah menjadi wajib baginya dalam keseharian. 

Saya alumni pesantren ini. Sama dengan Ungku Datuak. Hanya saja saat saya masuk pesantren ini tahun 1993, Ungku Datuak sudah di luar. 

Dia sudah di Lubuk Idai. Tapi namanya acap jadi sebutan di kalangan santri senior kala itu. 

Saya sempat singgah dan mengaji dengan Ungku Datuak ini. Dan sempat pula turun ke sawah yang dia buat di Lubuk Idai itu. 

Kala itu, Amril Labai Sinaro mengajak saya untuk menyabit padi. Sawah yang dibuat Ungku Datuak sedang panen. Kami pun menyabit bersama dia. 

Ya, sekitar tahun 1994. Saya mendayung sepeda berdua Amril Labai Sinaro ini dari Lubuk Pandan ke Lubuk Idai. Waktu itu kami ke sawah di hari libur mengaji, Kamis dan Jumat. 

Sebab, jadwal mengaji Ungku Datuak tak pula mau mengajak santri untuk membantunya ke sawah. 

Terakhir bersua Ungku Datuak, beberapa bulan lalu, saat mengaji bulanan alumni bersama Buya Marulis Tuanku Mudo, sang pimpinan Madrasatul 'Ulum. 

Bulan puasa kemarin sempat pula bertemu di Lubuk Pandan, saat tadarus. Ungku Datuak termasuk alumni yang rajin berulang ke Lubuk Pandan. 

Di tengah kesibukannya di tengah masyarakat di kampungnya, Singgalang, Ungku Datuak tetap menyempatkan diri ke Lubuk Pandan, terutama saat momen-momen tertentu. 

Ungku Datuak kini sudah tiada. Dia tidak lagi sakit. Dia meninggalkan keluarga, sanak saudara, serta Lubuk Pandan, tempat dia menimba ilmu dulunya. 

Senyum khasnya sudah tidak ada lagi. Baginya, tak ada persoalan yang berat. Disiplin ibadah, rajin mengaji dan selalu dekat dengan semua alumni pesantren ini, menjadikan semua yang berat terasa ringan. 

Insya Allah, dia husnul khatimah. Semoga kita semua keluarga, masyarakat dan jemaahnya sabar dan tabah menerima cobaan ini. 

Keluarga besar Madrasatul 'Ulum berduka. Seorang alumninya yang alim, rajin beribadah, tak pernah lepas wuduk dalam keseharian, telah tiada. 

Ungku Datuak pergi selamanya. Jasa dan ilmunya mari kita amalkan, dan kita contoh dan tauladani. (ad)


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies