Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

13 Pokdarwis Padang Pariaman Dapatkan Pelatihan Mitigasi Bencana

Padang Pariaman, Sigi24.com--Mitigasi bencana adalah kegiatan sebelum bencana terjadi. Contoh kegiatannya antara lain membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan tersebut.

Kesiapsiagaan menghadapi bencana dilakukan bila upaya pencegahan dan mitigasi bencana telah dilaksanakan namun bencana tidak dapat dielakkan untuk terjadi, maka perlu upaya kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana saat bencana itu terjadi.

Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat merupakan kawasan rawan bencana seperti gempa, banjir, material longsor dan tsunami yang terletak di pesisir pantai barat Samudera Hindia.
Dalam rangka penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan tersebut, maka Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga – Disparpora Kabupaten Padang Pariaman berkolaborasi dengan Kogami – Komunitas Siaga Tsunami dan BPBD Kabupaten Padang Pariaman melakukan ”Pelatihan Mitigasi Bencana” kepada 13 Pokdarwis – Kelompok Sadar Wisata di Padang Pariaman dengan jumlah peserta 26 orang.

Acara pelatihan ini dilaksanakan sejak Rabu sampai Jumat (10 – 12/11/2021), di Hotel Ibis Jl. Tamansiswa No.1A, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25139. 

Jon Kenedi – Kepala Disparpora Padang Pariaman menutup acara pelatihan pada Jumat (12/11) pukul 10.15 WIB menjelaskan “Harapan panitia agar peserta ini mempertanggungjawabkan amanah ilmu ini dengan menerapkannya di tengah-tengah masyarakat. Pelatihan ini dibiayai oleh Kemenparekraf melalui DAK 2021. Agar semua pokdarwis saling bahu-membahu dan menjaga protokol kesehatan.” 

Kogami – Komunitas Siaga Tsunami adalah organisasi yang bekerja di bidang kesiapsiagaan, khususnya gempa dan tsunami untuk masyarakat Padang. Kogami diinisiasi oleh relawan yang bekerja di bawah Surfzone Relief Operations – SRO setelah tsunami Aceh tahun 2004. 

Patra Rina Dewi, – Direktur Ekseketutif Kogami membawa materi “Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir dan Longsor”. Sedangkan Tommy Susanto membawakan materi “Penyusunan Prosedur Keselamatan dan Rencana Evakuasi”.

Andri Liska Putra, – Operator Pusat Pengendalian Operasi – Pusdalops BPBD Padang Pariaman membawa materi “Kajian Cepat Penanggulangan Bencana”.  Zulkifli, membawa materi “Mitigasi Bencana dan Gempa Bumi”. Sedangkan Wirman, membawa materi “Kesiapan Menghadapi Bencana”.
Wiwiek Herawati, – Kabid Pengembangan Wisata  Disparpora Padang Pariaman membawa materi “Potensi  Bencana di Daerah Wisata”.

Hardimus sering disapa Edi sebagai Wakil Ketua Forum Pokdarwis Padang Pariaman berkomentar bahwa,”Bencana adalah sesuatu yang sama sekali tidak kita inginkan terjadi. Akan tetapi wilayah kita Padang Pariaman terletak di atas tiga lempeng yang rentan bencana. Jadi kesiapsiagaan kita sangat perlu.” 

“Dan melalui Forum Pokdarwis Padang Pariaman sebagai ujung tombak di lapangan untuk terus mengingatkan masyarakat, baik yang menetap atau wisatawan agar kewaspadaan tak boleh di anggap masalah kecil. Justru itulah kunci terhindar dari bencana dan pada akhirnya Allah jua yang menentukan,” Edi mengakhiri. (aa)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Hollywood Movies